Pertarungan 3 "King Maker 2024", Pakar Politik Sebut Jokowi Masih Berpeluang | Madiun TIMES

Pertarungan 3 "King Maker 2024", Pakar Politik Sebut Jokowi Masih Berpeluang

Jun 21, 2021 12:15
Presiden Joko Widodo (Foto: CNN Indonesia)
Presiden Joko Widodo (Foto: CNN Indonesia)

INDONESIATIMES - Peneliti Lingkar Survei Indonesia (LSI), Denny JA Adjie Alfaraby mengungkapkan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan king maker Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Adjie juga mengungkapkan, Megawati dinilai hanya berpotensi menjadi queen maker. Hal tersebut dikarenakan Megawati sudah dianggap sebagai ibu bangsa. Sehingga kecil kemungkinan untuk maju kembali pada Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga : Perssu Sumenep Mulai Seleksi Pemain Jelang Liga 3 Regional Jatim

Sementara, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di samping sebagai king maker pada 2024 juga disebut memiliki potensi menjadi capres pada 2024 dan tidak lagi berpotensi jadi calon wakil presiden. Hal tersebut karena pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu Prabowo sudah mencalonkan diri sebagai capres.

"Dari 3 nama ini, yang paling terbuka peluangnya Airlangga Hartarto, baik sebagai capres maupun cawapres dari Golkar," ungkapnya.

Ia menyebut jika 3 tokoh ini sudah mengantongi minimal 3/4 tiket atau tiket penuh untuk mencalonkan capres/cawapres). Hal ini pun rupanya langsung menjadi sorotan beberapa pihak. 

Direktur LSI Denny JA Sunarto Ciptoharjono melalui wawancara Kabar Petang tvOne menjelaskan tentang maksud King Maker 2024 ini.

"Dalam analisa survei kita hanya ada 3 penentu di partai politik. Karena diatur 20 persen dari jumlah kursi atau 25 persen dari suara nasional," ujarnya. 

Dari hasil itu, lanjut Sunarto, jika ada 3 nama yang menduduki peringkat tinggi. Itupun yang 2 masih belum lengkap. 

"Pertama Megawati karena dia sudah memiliki paspor maju pilpres, bahkan PDIP sudah lebih. Kedua Golkar, sudah menguasai 3/4. Ketiga Gerindra juga sudah menguasai 3/4 gandeng 1 capres lagi sudah bisa maju capres," jelasnya.

Pernyataan itu lantas ditanggapi oleh pakar politik Hanta Yuda. Hanta menyebut jika terdapat 3 variabel untuk membaca kemungkinan peta koalisi. 

"Satu adalah potensi kekuatan elektabilitas calon presidennya, kedua kalau presiden kuat tentu ada nama kalau beredar di lembaga survei seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan mungkin Ridwan Kamil. Itu yang dua digit yang bisa nembus," katanya. 

Baca Juga : #HBDJokowi60 Trending, Ulang Tahun Presiden Jokowi di Tengah Desakan Lockdown

Sedangkan yang ketiga yakni kedekatan antar partai. Kedekatan itu termasuk dalam kedekatan ideologis ataupun tokoh pengendali partai. 

Dari ketiga partai itu, hanya satu saja yang berpotensi sebagai King Maker 2024 yakni Megawati Sokearno Putri. Di sisi lain, Hanta juga menyebut jika Jokowi juga masih berpotensi sebagai King Maker 2024. 

"Jokowi berpotensi karena sekarang semua masih menjadi menterinya beberapa. Misalnya Airlangga, kemudian kedekatan PPP dan PKB. Kita tahu 2 partai ini kerap bersama pemerintah. Jadi potensi Jokowi mengumpulkan, membentuk sebuah poros koalisi itu relatif lebih besar, apalagi sebagai presiden yang sedang menjabat," tutur Hanta. 

Lebih lanjut, Hanta mengatakan, dirinya mengistilahkan King Maker 2024 justru adalah Jokowi. Di sisi lain, Hanum juga mengira-ngira jika partai lain bisa saja menjadi King Maker dengan muncul nama-nama baru. 

Sebut saja seperti PKS dan Demokrat yang kurang satu partai saja. "Kalau ditambah satu saja misal NasDem, atau PAN itu bisa jadi poros koalisi muncul nama bisa jadi Anies Baswdan, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil," cetusnya.

Dari komposisi itu, kata Hanta, sangat mungkin terjadi ketika beberapa figur-figur tersebut  berkomunikasi untuk membentuk koalisi. 

Topik
Pemilihan Presiden Prabowo Subianto airlangga hartanto Megawati Jokowi

Berita Lainnya