Upah Dipotong Tanpa Kejelasan, Ratusan Buruh PT Garam Gelar Aksi Mogok Kerja | Madiun TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Upah Dipotong Tanpa Kejelasan, Ratusan Buruh PT Garam Gelar Aksi Mogok Kerja

Jun 15, 2021 11:03
Ratusan buruh PT Garam (Persero) Kalianget Sumenep saat menggelar aksi unjuk rasa di kantornya (Foto: Ist/SumenepTIMES)
Ratusan buruh PT Garam (Persero) Kalianget Sumenep saat menggelar aksi unjuk rasa di kantornya (Foto: Ist/SumenepTIMES)

SUMENEPTIMES - Ratusan buruh PT Garam (Persero) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantornya di Jalan Adi Sucipto, Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Selasa (15/6/2021).

Mereka menuntut agar pihak perusahaan, yang dalam hal ini PT Enggal Jaya Sentosa ini (Pegaraman 1) selaku pihak ketiga dapat menjelaskan soal pemotongan upah karyawan sejak dua minggu terakhir ini.

Baca Juga : Kisah Haru Nenek Buruh Tani Merawat Ibunya yang Sakit, Kini Jadi Pengangguran

upah-dipotong-buruh-pt-garam-menjerit-02-023d979b8ad5a658b9.png

"Kita demo karena upah tidak sesuai, sebab upah kerja delapan hari hanya dibayar empat hari. Selama ini tidak ada penjelasan dari pihak PT Enggal," kata Masrawi, salah seorang buruh yang ikut aksi unjuk rasa.

Akibat pemotongan upah karyawan itu, kata dia, upah yang tidak terbayarkan sekitar Rp 267 ribu. Padahal, biasanya dalam seminggu upah yang diterima sejumlah Rp 456 ribu.

"Ini sudah terjadi dua kali berturut-turut, padahal biasanya dalam seminggu upah dibayari secara full," ujarnya dengan nada kesal.

Dia juga menguraikan kejadian serupa, namun dalam hal ini pihak perusahaan berdalih jika pemotongan upah tersebut dilakukan untuk pembayaran BPJS para karyawan.

"Ada juga, kerja tujuh hari dibayari hanya enam hari. Alasannya di potong untuk kebutuhan BPJS, ternyata saat dicek di BPJS itu tidak di setorkan," imbuhnya.

Tak hanya itu, para pekerja ini juga meminta kepada pihak perusahaan untuk segera memberikan kejelasan dan segera melunasi upah yang telah dipotong.

"Kita akan mogok kerja selama tidak ada kejelasan dari PT Enggal," tegasnya.

Baca Juga : Izin Usaha Pengelolaan Lingkungan Makin Mudah, DLH Kota Malang Gelar Sosialisasi

 

Sementara itu, Humas PT Garam (Persero) Kalianget Sumenep, Miftah menyampaikan soal kegiatan buruh termasuk upah itu, dari PT Garam ke pihak ketiga (PT Enggal Jaya Sentosa) sudah dilakukan pelunasan.

"Sekarang tinggal menunggu pembayaran PT Enggal Jaya Sentosa kepada buruh. Kalau dari PT Garam sudah menunaikan kewajibannya," ungkapnya saat ditemui usai aksi.

Disinggung soal keterlambatan hingga pemotongan upah karyawan, Miftah berdalih jika itu murni kesalahan pihak ketiga (PT Enggal Jaya Sentosa). Sebab, pencairan dana memang dari PT Garam.

"Kita menunggu tagihan, selama tagihan ke PT garam belum dilakukan oleh pihak ketiga maka kita tidak bisa memproses pembayaran. Artinya kalau ada penagihan, baru kita bayar," ucapnya.

"Kalau kejadian seperti ini, kira-kira dimana yang salah. Jadi yang menagih, kalau pihak ketiga melakukan proses penagihan ke PT garam tidak terlambat ya kita juga melakukan pembayaran tidak terlambat," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
pemotongan upah karyawan pemotongan upah karyawan

Berita Lainnya