Dampak Pandemi, Warga Kota Madiun Justru Berhasil Meraup Pundi Rupiah dari Budidaya Ikan Predator | Madiun TIMES

Dampak Pandemi, Warga Kota Madiun Justru Berhasil Meraup Pundi Rupiah dari Budidaya Ikan Predator

Jun 06, 2021 16:25
Ikan hias maupun ikan predator hasil budidaya Irvan.(Foto: Dodik Eko P/ JatimTIMES)
Ikan hias maupun ikan predator hasil budidaya Irvan.(Foto: Dodik Eko P/ JatimTIMES)

MADIUNTIMES - Covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan masyarakat.  Virus yang pertama ditemukan di Wuhan, China, tersebut juga  menyerang sendi-sendi perekonomian  masyarakat, termasuk kalangan pekerja maupun wirausaha. Karena itu, banyak warga yang  terpaksa harus memutar otak agar kebutuhan keluarga tetap tercukupi.

Seperti warga Kota Madiun ini. Berawal dari hobi, Irvan -pemilik usaha Airsyilarium Fish di Kelurahan Patihan, Kota Madiun- berhasil mengembangkan usaha ikan hias dan ikan jenis predator. Kini hasil budidaya ikan hias maupun predator tersebut sudah mulai bisa  dijual kepada warga Madiun maupun luar Jawa Timur.

Baca Juga : Tak Ada Akhlak, Pria di Tulungagung Ini Kuras Uang Ratusan Juta Milik Bosnya

 Di Airsyilarium Fish milik Irvan, yang paling banyak dibudidaya yaitu jenis ikan predator seperti hiu air tawar Genkiskan, Oscar batik, Slayer, Golsom, Perod, arwana /silver/jardini, belida Bangkok, Jaguar, Tsn, Leopard, Rtc, Aligator, Balzani.

Selain ikan predatr,  Irvan juga memiliki banyak ikan hias seperti Kaviat hijau, Kaviat albino, Zebra pink, Komet Sumtra, Manfish, Black Tetra dan masih banyak lagi.

Saat ditemui di tempatnya (Minggu 6/6/2021), Irvan menjelaskan dirinya sudah hobi ikan predator sejak lama. Dia kemudian punya inisiatif untuk budidaya ikan tersebut. "Kebetulan pas pandemi ini saya coba posting-posting di media sosial (medsos), ikan hias maupun jenis predator yang saya budidaya. Alhamdulillah banyak peminatnya ada yang warga Madiun dari Jawa Tengah dan Jawa Barat," ungkapnya.

Harga ikan yang Irvan budidaya tersebut juga bervariasi, tergantung jenisnya dan ukurannya. "Harganya berbeda-beda, mulai dari harga 50 ribu rupiah sampai jutaan rupiah tergantung jenis dan besar ikannya," tambahnya.

Baca Juga : Bersama Doggy House Records, Band Ska Malang Slowright Luncurkan Single Bertajuk Jejak

Untuk pengiriman, Irvan mengaku melalui jasa kereta api maupun bus, karena butuh cepat sampai tempat agar ikan tidak mati.

Untuk sementara, Irvan masih menaruh ikan-ikannya di rumahnya di Desa Kanung, Kecamatan Sawahan. Dengan dibangunnya lapak usaha mikro kecil menengah (UMKM) oleh Pemerintah Kota Madiun di setiap kelurahan yang ada di Kota Madiun, Irvan berharap bisa ikut mengisi lapak tersebut untuk mengembangkan usahanya.

Topik
usaha ikan hias Berita Madiun

Berita Lainnya