Dekat dengan Indonesia, Laut Tiba-tiba Menjadi Padang Batu | Madiun TIMES

Dekat dengan Indonesia, Laut Tiba-tiba Menjadi Padang Batu

Mar 24, 2021 08:55
Fenomena hamparan batu (Foto: YouTube Top Videos of Unique and Strange World)
Fenomena hamparan batu (Foto: YouTube Top Videos of Unique and Strange World)

INDONESIATIMES - Terjadi fenomena unik hamparan batu mengapung di tengah laut. Peristiwa itu lokasinya terjadi di dekat Indonesia. 

Apa yang kalian pikirkan jika berbicara tentang pelaut yang sedang berlayar? Pastinya kalian akan bayangkan sebuah kapal besar yang berlayar di lautan lepas bukan? Namun bagaimana jika hamparan laut luas yang biasanya penuh dengan air mendadak berubah menjadi padang batu.  Fenomena itu rupanya benar-benar pernah terjadi loh. 

Baca Juga : Keramik Dinding Motif Kartun dari Graha Bangunan, Bikin Anak Survive Berada di Rumah

Ada kejadian aneh dan unik ketika seorang pelaut merekam kejadian mengerikan di tengah laut. Lalu luas yang harusnya penuh dengan air, tiba-tiba menghilang dan lenyap dari hadapan pelaut tersebut.  

Gambar
Foto: YouTube Top Videos of Unique and Strange World

Dari berbagai sudut mata memandang yang dilihat hanyalah hamparan batu atau bisa dibilang seperti pasir. Melansir melalui channel YouTube Top Videos of Unique and Strange World dilaporkan itu adalah batuan vulkanik raksasa yang mulai mengapung dan perlahan-lahan melayang ke arah Pantai Australia

Batuan itu merupakan hasil letusan gunung berapi bawah laut Samudra Pasifik. Kemunculan ini sekaligus membawa harapan besar yang mungkin bisa menguntungkan karang penghalang besar yang terancam. 

Batuan raksasa selebar lebih dari 20 ribu lapangan sepakbola ini cukup ringan untuk mengapung di permukaan air. Kemunculannya baru  terjadi setelah dugaan letusan gunung berapi bawah air. 

Gambar
Foto: YouTube Top Videos of Unique and Strange World

Pengamatan yang paling luar biasa datang dari awak kapal Australia.  Mereka tiba-tiba terpaut di tengah-tengah masa besar batu apung dan benar-benar menutupi permukaan laut. 

Baca Juga : Bupati Bangkalan Dorong Pemuda Lebih Kreatif dalam Berwirausaha

 

Puing-puing licin terbuat dari batu marmer seukuran bola marmer sehingga air tidak kelihatan.  Puing-puing berjalan sejauh mata memandang di bawah sinar bulan dan dengan sorotan lampu para pelaut. 

Para pelaut itu berlayar melalui ladang apung selama 6 jam sampai 8 jam. Sebagian besar waktu itu, para pelaut tidak melihat adanya air.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
fenomena unik lautan batu pantai australia letusan gunung berapi

Berita Lainnya