Kuatkan Perekonomian Gotong Royong, Wali Kota Malang Dorong Koperasi Milenial | Madiun TIMES

Kuatkan Perekonomian Gotong Royong, Wali Kota Malang Dorong Koperasi Milenial

Feb 24, 2021 13:50
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan pada Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja Diskopindag Kota Malang Tahun 2022, Rabu (24/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan pada Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja Diskopindag Kota Malang Tahun 2022, Rabu (24/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji hadir dalam Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang tahun 2022. Dalam kesempatan itu, pria nomor satu di Kota Malang tersebut menggaungkan ekonomi gotong royong dihadapan tamu undangan yang hadir. 

"Ada yang namanya program harus maju itu betul, tapi harus menyertai yang lainnya. Artinya ketika kita nilai gotong royongnya kuat Insya Allah, terus penguatan yang besar itu menghancurkan yang kecil itu nggak ada. Ini akan menjadi kuat. Jadi kita kan punya ciri khas tersendiri yang luar biasa," jelasnya kepada pewarta di salah satu hotel yang ada di Kota Malang, Rabu (23/2/2021). 

Baca Juga : Inovasi Digital Jadikan Direktur Utama BUMN PT Pegadaian Best CEO 2020

 

Sutiaji pun sedikit menyinggung mengenai Indonesia merupakan negara religi. Di mana dalam sebuah negara religi itu harus berlomba-lomba dalam hal kebaikan dan membantu sama. 

"Negara religi itu kan bantulah kamu dalam kebaikan dan membantu sesama. Bahwa kita itu tidak ada kerakusan dalam konsep tata kelola ekonomi itulah tidak diperbolehkan," ujarnya. 

Sutiaji pun berharap, dalam konsep ekonomi gotong royong harus ada sebuah kolaborasi dari yang kuat dan yang lemah. Sehingga tidak terjadi persaingan-persaingan yang berujung pada kompetisi saling membunuh. 

"Karena antara yang kuat dan yang lemah menjadi kolaborasi. Tidak ada persaingan-persaingan yang kompetisinya akan terjadi kompetisi yang sehat, bukan saling membunuh," terangnya. 

Selain itu, orang nomor satu di Kota Malang ini juga menyebutkan bahwa juga ada gagasan Koperasi Millenial yang mengikuti perkembangan teknologi. Karena hingga sampai saat ini, menurut Sutiaji koperasi-koperasi di Kota Malang orientasinya hanya simpan pinjam dan anggotanya diisi oleh orang-orang tua. 

"Karena apa? Orientasi koperasi hanya simpan pinjam. Ada kewajiban menyimpan, ada yang namanya iuran wajib, iuran pokok, iuran sukarela dan seterusnya. Dan di kembangkannya basicnya tidak ekspansif dan inovatif," jelasnya. 

Lebih lanjut Sutiaji pun menyarankan agar ke depan Diskopindag Kota Malang memiliki visi yang orientasi perputaran uang dan peminjaman tidak hanya pada anggota. Terlebih lagi saat ini dalam dunia perdagangan banyak yang berdasarkan pada perkembangan teknologi. 

"Ya perdagangan saat ini bukan hanya urusan pasar saja, urusan pasar yang ada di pasar-pasar tradisional, pasar rakyat, tapi kita harus ngurus pada pasar-pasar IT. Pasar-pasar dengan marketplacenya," tandasnya. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskopindag Wahyu Setiono menuturkan, terkait ekonomi gotong royong tersebut memang sangat tepat untuk diterapkan pada saat ini. Terutama di tengah keterpurukan ekonomi saat pandemi Covid-19. 

Baca Juga : 2022, Pembangunan Jembatan Hingga Parkir Vertikal Jadi Prioritas Dinas PUPRPKP Kota Malang

 

"Tapi Alhamdulillah tahun 2020-2021 kita ada program peningkatan ekonomi secara nasional. Ekonomi gotong royong itu, di kami secara praktek sudah kami lakukan. Jadi seperti contoh kalau kita berbicara UMKM itu kita sudah ada pengawasan dari pelatihan UMKM," terangnya. 

Lalu hasil dari pelatihan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang digelar oleh Diskopindag Kota Malang dikatakan Wahyu bahwa agar diteruskan kepada pengusaha UMKM yang lain. Agar terjadi keberlanjutan dalam hal UMKM. Jika terdapat kesulitan, Diskopindag Kota Malang pun mengaku bahwa akan membantu dalam hal pemasaran berbentuk marketplace. 

"Jadi gotong royong yang ada di Indonesia itu terbentuk akan kita lakukan. Jadi istilahnya ekonomi gotong royong. Ada dari pemerintah, ada dari masyarakat, terus dari akademisi. Jadi semua menyatu jadi satu untuk kemajuan ekonomi di Kota Malang," jelasnya. 

Sedangkan terkait program koperasi milenial yang disarankan oleh Sutiaji, Wahyu mengaku bahwa di Kota Malang sudah terbentuk sebuah koperasi yang menyasar di tempat-tempat pendidikan yang semuanya masih berusia millenial. 

"Tadi kita juga dituntut dan mungkin akan kita kondisikan segera untuk di koperasi-koperasi yang ada di sekolahan. Kan nanti anak-anak didik kita yang merupakan kaum milenial, sebenarnya sudah ada tapi belum terlalu muncul. Selama ini kan yang sering muncul koperasi-koperasi yang sudah lama," pungkasnya. 

Maka dari itu, pihaknya akan mendorong terus koperasi-koperasi yang ada di tataran sekolahan untuk membentuk koperasi milenial yang menjadi tempat kaum milenial menelurkan segala inovasi dan pemikirannya untuk dunia perkoperasian. 

Topik
Wali Kota Malang Sutiaji koperasi milenial

Berita Lainnya