Kisah Syadad bin 'Ad, Bangun Surga di Dunia Selama 300 Tahun untuk Saingi Surga Allah SWT | Madiun TIMES

Kisah Syadad bin 'Ad, Bangun Surga di Dunia Selama 300 Tahun untuk Saingi Surga Allah SWT

Feb 22, 2021 11:19
Ilustrasi (Foto: Weibo)
Ilustrasi (Foto: Weibo)

INDONESIATIMES-Sebuah kisah dari Syadad bin 'Ad yang membangun surga di dunia selama 300 tahun. Surga itu dibangun dengan maksud untuk menyaingi surga Allah SWT.  

Melansir melalui channel YouTube Qaf Media Channel, dikisahkan jika Syadad putra dari ‘Ad telah membangun Kota Dzat al-Imad di Iram. Ad’ adalah raja yang hebat, tapi sayang dia penyembah bulan.

Baca Juga : 4 Jenis Jin Ini Suka Menempel pada Manusia, Kenali Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya 

 

Iram sendiri merupakan salah satu kota yang legendaris yang kemegahannya tak bisa dibandingkan dengan apapun di bumi ini. Allah SWT berfirman "Dan Iram yang mempunyai tiang-tiang tinggi yang tidak pernah dibuat seperti itu di negeri manapun". 

Hebat sekali Iram ini, bahkan Allah SWT dalam firman-Nya menyebutkan jika tidak pernah dibuat seperti di negeri manapun, artinya bahkan kemegahan Burj Khalifa sekalipun tidak sebanding jika dibandingkan dengan Iram.  

Kota ini merupakan megaproyek yang dimaksudkan Syadad sebagai penanding surga. Namun setelah membutuhkan waktu 300 tahun lamanya membangun tak ada satu pun yang berhasil masuk ke dalamnya kecuali satu orang.

Syadad merupakan anak dari ‘Ad yang tertua. Tatkala kekuasaanya kian kuat dan bertambah luas. Ia juga memerangi raja-raja yang ada di seantero bumi, membunuh mereka, menguasai tanah dan tempat tinggal mereka. Bahkan dia memegang tampuk kekuasaan dari timur hingga barat.

Di sisi lain, Syadad bin ‘Ad merupakan orang yang sangat tertarik membaca kitab-kitab terdahulu yang diturunkan kepada para nabi. Setiap kali dia mendengar tentang sifat-sifat surga, dirinya merasa senang. Dalam hatinya terbersit untuk mendapatkan surga semacam itu di dunia.

Kemudian, Syadad memerintahkan salah seorang menterinya untuk mengumpulkan orang-orang pintar dan para arsitek. Ia menyuruh agar mereka mencarikan tanah luas, udaranya baik, dan banyak sungai serta pepohonannya. Syadad ingin mereka membangunkan surga yang besar untuknya.

Berangkatlah menteri beserta pasukannya yang pintar-pintar itu. Mereka menyusuri pelosok bumi hingga akhirnya sampai ke daerah Aden yang ada di pinggiran Yaman, di sana mereka menemukan tanah yang cocok dengan kriteria yang diinginkan Syadad bin ‘Ad.

Mereka berkumpul lalu mengatur-atur dan membatasinya menjadi pola empat sisi. Lingkaran tanah itu berukuran empat farsakh. Di setiap sisinya berukuran sepuluh farsakh

Para pekerja mulai menggali fondasi kota tersebut, di sana mereka mendirikan pagar dari batu pualam yang diberi lukisan berbintik-bintik, sisi-sisinya telah setengahnya mereka kerjakan. Lalu hal tersebut dilaporkan kepada Syadad bin ‘Ad.

Kala itu, untuk memenuhi kebutuhan emas dan perak sebagai lapisan bangunan agar mirip dengan surga, Syadad memerintahkan anak buahnya untuk mengumpulkan semua emas dan perak serta batu-batu pertama dan mutiara dari setiap orang yang ada di bumi ini. Bahkan ia mengatakan bagi mereka yang melawan harus dibunuh. 

Mendengar laporan itu, Syadad berkata, “Tidakkah kalian tahu bahwa aku telah menguasai dunia seluruhnya?” Para menteri menjawab, “Tahu paduka.” Dia berkata, Aku ingin kalian membuat semua bangunan ini dengan emas, perak, permata, mutiara, yakut, minyak kesturi, kafur, zafaron, dan perhiasan-perhiasan indah lainnya.”

Disebutkan jika pembangunan kota itu memakan waktu 300 tahun. Setelah pembangunannya selesai, raja memerintahkan kepada para menteri, pembantu, dan punggawanya untuk memindahkan perabot dan wadah-wadah yang megah ke sana.

Perintah itu mereka kerjakan selama sepuluh tahun. Setelah mereka selesai, Raja Syadad, beserta seluruh wanitanya, pelayannya, menteri, pembantu beserta wanita-wanitanya, dan para punggawanya, berangka ke sana dengan menggunakan tunggangan yang berpelanakan dari emas yang sempurna hasil kreasi para arsiteknya.

Baca Juga : Viral Foto Seorang Ibu Salat Tahajud di Atas Kasur di Tengah Situasi Banjir 

 

Ketika mereka sampai ke pintu kota itu, dan raja ingin masuk ke sana terlebih dahulu, tiba-tiba ada satu malaikat yang diutus oleh Allah kepada Syadad. Malaikat itu berkata, “Hai Syadad, jika engkau mengakui keesaan Allah, maka aku mempersilahkanmu untuk masuk. Akan tetapi, jika engkau tidak mau mengakuinya, maka pada saat ini juga aku akan merenggut ruhmu.”

Mendengar itu, Syadad menolak, kafir, dan mendurhakainya. Oleh karenanya, malaikat itu berteriak kepada mereka dengan sekali teriakan sehingga mereka semuanya mati. Akhirnya, tidak ada seorang pun dari mereka yang masuk ke kota itu.

Wahab bin Munabbih mengatakan, di muka bumi tidak pernah ada sebuah kota yang seperti kota itu. Allah berfirman: “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad? (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,” (Surah al-Fajr [89]: 6-8).

Topik
Syadad bin 'Ad Iram penanding surga kota penanding surga dunia islam

Berita Lainnya