Refly Harun Kulik Keterlibatan Fadjroel Rachman di GAR ITB, Pelapor Din Syamsudin | Madiun TIMES

Refly Harun Kulik Keterlibatan Fadjroel Rachman di GAR ITB, Pelapor Din Syamsudin

Feb 15, 2021 08:57
Refly Harun (Foto: YouTube Refly Harun)
Refly Harun (Foto: YouTube Refly Harun)

INDONESIATIMES- Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun turut memberikan tanggapan terkait adanya aktivitas dari Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang melaporkan tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin. Melalui channel YouTube milik Refly Harun, ia mengulik keterlibatan jubir Presiden Fajdroel Rachman di dalamnya.  

Ternyata, Fajdroel Rachman merupakan anggota aktif di GAR ITB dan tergabung dalam grup WhatsApp. Di video itu, Refly membacakan salah satu berita tentang GAR ITB yang melaporkan Din Syamsuddin. Disebutkan, jika ada salah satu tokoh populer yang turut membentuk GAR ITB yakni Fajdroel Rachman.  

Baca Juga : Buntut Pelaporan Din Syamsuddin, ITB Bantah GAR Bagian Dari Organisasi Kampus

 

Hal itu disampaikan oleh salah satu anggota GAR ITB Nelson Napitupulu.  "Ada Fadjroel Rachman yang sekarang jadi jubir presiden, dia ikut di diskusi awal," ujar Refly Harun membacakan apa yang disampaikan Nelon. 

Disampaikan Nelson pula dari apa yang dibacakan Refly, GAR ITB dibentuk sekitar akhir 2019, saat itu menjelang pemilihan rektor ITB. Dalam pernyataannya, Nelson menjelaskan salah satu pemantik munculnya gerakan ini adalah adanya persoalan radikalisme di ITB.  

Nelson juga mengatakan jika Fadjroel masih menjadi anggota aktif di GAR ITB sampai saat ini. Sebelum menjadi GAR ITB, gerakan ini dinamakan sebagai Nusa Kinarya Rumah Indonesia (NKRI). Sebab, kala itu masih banyak alumni-alumni dari universitas lain yang bergabung di dalamnya.

Bahkan, artis Cristine Hakim juga sempat masuk sebagai anggota NKRI kala itu. Namun, setelah diputuskan sebagai GAR ITB, Cristine Hakim memutuskan untuk tidak ikut.  

Dibacakan oleh Refly Harun, terkait berapa anggota GAR ITB yang aktif, Nelson menjelaskan, ada sekitar 20 orang yang aktif. Namun, mereka selalu berdiskusi dalam grup WhatsApp dengan anggota lebih dari 250 orang.  

Refly lantas membacakan alasan GAR ITB melaporkan Din Syamsuddin. Nelson menegaskan jika pelaporan terhadap Din bukanlah soal radikalisme. "Jadi yang kita persoalkan di sana, seorang anggota MWA yang adalah ASN melakukan praktik politik praktis, termasuk menghasut, menebar hoaks," kata Refly yang membacakan pernyataan Nelson.

Sayangnya, hingga kini Fadjroel masih belum merespons terkait hal tersebut. Oleh sebab itu, Refly berharap agar Fadjrol bisa memberikan konfirmasi terkait hal ini.  

"Ya nanti mudah-mudahan Fadjroel Rahman mersponsnya ya, karena tidak susah merespons itu karena kita tahu bahwa Fadroel rahman aktif di media sosial," ujar Refly.  

Lebih lanjut, Refly lantas membacakan surat pengaduan terhadap Din Syamsuddin yang dilayangkan kepada BKN dan KASN. Dalam surat itu, tertulis jika GAR ITB secara resmi melaporkan Din atas pelanggaran kedisiplin sebagai PNS.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Disney Tegaskan akan Tetap Tayangkan Black Widow di Bioskop

 

Dalam laporan itu disebutkan jika terlapor telah melakukan pelanggaran yang substansial atas dasar norma kode etik dan kode perilaku ASN. Lebih lanjut, Refly mengatakan jika ada yang harus digaris bawahi dalam laporan ini.  

"Yang kita harus garus bawahi adalah, apa yang dilaporkan GAR ITB tersebut apakah itu persepsi ataukah itu fakta, karena bercampur aduk antara fakta dan persepsi," ujar Refly. Sementara ia menilai jika tudingan itu hanya persepsi, bisa saja Din melaporkan balik atas tudingan pencemaran nama baik.  

Lalu, yang dipermasalahkan juga Din sebagai ASN yang turut berpolitik. Refly juga menjelaskan jika apa yang dimaksud dengan "berpolitik".  

Seperti, jika orang tersebut masuk dalam partai, anggota DPR, DPD dan lain sebagainya jika dalam garpis besar secara formil.  

Ia lantas menilai jika hal ini harus dicek apakah Din masuk dalam badan politik. "Saya rasa tidak," nilai Refly.  Lantas  Refly berharap agar GAR ITB bisa paham dalam hal ini. 

“Alih-alih mendapatkan simpati malah mereka diserang balik,” cetus Refly.

Video : ADA FADJROEL DI GAR ITB!!!

Topik
GAR ITB Refly Harun Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin pelaporan din syamsuddin Jubir Presiden

Berita Lainnya