Guru Besar USU (Foto:  Jawaban.com)
Guru Besar USU (Foto: Jawaban.com)

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Yusuf Leonard Henuk kembali menjadi sorotan di media sosial.  

Sebelumnya, Henuk sempat membuat heboh lantaran menyerang Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  

Baca Juga : Sambangi Kampung Tangguh Semeru di Polehan, Kapolresta Malang Sampaikan Pesan Ini

Bahkan Henuk berani menyebut SBY sebagai "Bapak Mangkrak Indonesia". Seakan tak puas menyerang SBY, kini Henuk menghina putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).  

Melalui akun Twitternya @ProfYLH , Henuk menyebut AHY sebagai sosok yang bodoh. Hal itu disampaikan, karena merespon pernyataan AHT terkait insiden nahas Sriwijaya Air SJ-182.  

Diketahui, cuitan AHY di Twitternya dikutip oleh beberapa media massa. Mengetahui hal tersebut, Henuk menyebut jika sepanjang sejarah jatuhnya pesawat tak pernah ada error pemerintah yang jadi penyebabnya.

"YthKetua [email protected], @AgusYudhoyono, @ProfYLH terpaksa harus buktikan memang kau BODOH sekali, karena sepanjang sejarah jatuhnya pesawat di Indonesia tak pernah ada "GOVERNMENT ERROR" penyebabnya. Tapi "7 FAKTOR"(http://indonesiabaik.id/infografis/7-faktor-penyebab-jatuhnya-pesawat).Maaf kau bodoh turunan,belajar lagi AHY!" tulis Henuk.

Sebelumnya, AHY menyampaikan duka terkait insiden tenggelamnya Sriwijaya Air SJ-182 tersebut.  

Ia berharap mukjizat agar penumpang masih bisa diselamatkan. Kendati demikian, ia mengatakan bahwa tragedi Sriwijaya Air ini sebagai peringatan bagi pemerintah.

AHY menyebut jika semua pihak harus meningkatkan standar keselamatan transportasi di Tanah Air.

"Doa tulus juga kita panjatkan bagi semua bagi keluarga korban, semoga Allah SWT senantiasa memberikan ketabahan & kekuatan. Bencana ini menjadi peringatan bagi pemerintah & kita semua utk trs tingkatkan standar keselamatan transportasi di Indonesia.— Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” tulis AHY dalam akun @AgusYudhoyono.  

Terkait hinaan Henuk terhadap SBY dan AHY ini pihak USU rupanya memberikan tanggapan. USU membenarkan jika Yusuf Leonard Henuk merupakan Guru Besar di Fakultas Pertanian.

"Iya. Beliau dosen Fakultas Pertanian," ujar Kepala Kantor Humas, Promosi dan Protokoler USU Elvi Sumanti.

Elvi lantas mengatakan jika apa yang telah ditulis oleh Henuk tidak ada kaitannya dengan USU. Lantaran hal itu merupakan perbuatan atas nama pribadi.  

Kendati demikian, Elvi mengatakan jika Henuk akan dipanggil oleh pimpinan USU. "Yang bersangkutan akan dipanggil pimpinan USU untuk dimintai keterangan," ucap Elvi.  

Di sisi lain, Kepala Biro Perhubungan DPP Partai Demokrat Abdullah Rasyid sekaligus Sekum IKA USU Jakarta menilai jika pernyataan Henuk tersebut tidak mencerminkan seorang guru besar. 

"Berhentilah komen yang tidak cerdas," Rasyid dalam akun @abdullah_rasy dengan menambahkan tagar #MaluAlumniUSU.  

Baca Juga : Tragis, Ibu Rumah Tangga Tewas Tersambar Kereta Api saat Pulang Belanja

"Henuk ini pasti bukan anak Medan & tidak kuliah di @officialusu_ krn tidak tahu pembangunan pd zaman SBY sangat banyak di Sumut," tandas Abdullah.

Sebagai informasi, jauh sebelum Henuk menghina SBY dan AHY, ternya ia pernah menjadi tersangka atas kasus ujaran kebencian di media sosial.

Ia dilaporkan oleh pemuda advent pada 7 Januari 2019 lalu. Henuk ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Utara.  

Kala itu, setelah menjadi tersangka, ia memilih meminta maaf kepada seluruh jemaat Gereja Advent di NTT melalui media massa.  

Hingga akhirnya, kuasa hukum pemuda Advent, Tommy Jacob, SH mempertimbangkan permintaan maaf dari Henuk.  

"Kami mengapresiasi niat baik dari Profesor Henuk yang telah meminta maaf. Artinya profesor secara rendah hati mengakui perbuatannya dan kami sangat menghargai," ujar Tommy pada 21 April 2020.

Tommy mengatakan jika pihaknya akan membuka pintu maaf jika dalam proses mediasi ditemukan solusi.  

Tommy lantas berharap dengan permintaan maaf ini, Henuk tidak lagi melakukan kesalahan.  

Dalam surat permintaan maafnya, Henuk menyampaikan permohonan maaf yang sebebar-besarnya kepada seluruh jemaat dan pimpinan Gereja Advent hari ke tujuh di Indonesia dan seluruh dunia terkait postinganya di media sosial Facebook dan Twiter pada 2 Januari 2019 lalu.  

Melalui permintaan maaf itu, ia berjanji tak akan mengulangi hal yang sama. Apabila mengulanginya, ia siap dihukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Dalam postingannya, Henuk menyebut jika ajaran Gereja Advent bukan masuk agama Kristen. Namun pada kenyataannya, Advent masuk dalam ajaran Kristen.