Vaksin Covid-19 Disebut Gunakan Sel Janin Aborsi, Perhimpunan Dokter NU: Itu Hoax | Madiun TIMES

Vaksin Covid-19 Disebut Gunakan Sel Janin Aborsi, Perhimpunan Dokter NU: Itu Hoax

Dec 24, 2020 17:05
Ilustrasi vaksin Covid-19 (istimewa)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (istimewa)

Vaksin untuk virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 disebut menggunakan lini sel yang diambil dari jaringan janin hasil aborsi yang terjadi puluhan tahun lalu.

Dilansir dari BBC, Kongregasi Doktrin Iman Vatikan menyebut jika tidak ada alternatif lain, vaksin semacam itu 'dapat digunakan dengan hati nurani yang baik'.

Baca Juga : Usai Pilkada Kasus Covid-19 di Banyuwangi Naik  4,3 Persen

 

Dalam beberapa bulan terakhir, Kongregasi telah menerima beberapa permintaan panduan terkait penggunaan vaksin untuk virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, yang dalam proses penelitian dan produksi menggunakan lini sel yang diambil dari jaringan itu diperoleh dari janin hasil aborsi.

Namun, Vatikan menegaskan diperbolehkannya penggunaan vaksin yang dikembangkan dari jaringan sel janin diaborsi tidak serta merta melegitimasi praktik aborsi.

"Semua vaksinasi yang diakui aman dan efektif secara klinis dapat digunakan dengan hati nurani yang baik," tulis Kongregasi Doktrin Iman Vatikan dalam sebuah pernyataan.

"Namun, harus ditekankan bahwa penggunaan yang sah secara moral dari jenis vaksin ini, dalam kondisi tertentu yang membuatnya demikian, tidak dengan sendirinya merupakan legitimasi, bahkan tidak langsung, dari praktik aborsi, dan dengan sendirinya dianggap bertentangan dengan praktik ini oleh mereka yang menggunakan vaksin ini," tulis pernyataan itu.

Vatikan pula menegaskan pernyataan itu hanya untuk mempertimbangkan aspek moral dari penggunaan vaksin untuk Covid-19 yang telah dikembangkan dari lini sel yang berasal dari jaringan yang diperoleh dari dua janin yang diaborsi namun tidak secara spontan.

Pernyataan yang telah mendapat persetujuan dari Paus Fransiskus, juga mengatakan ada "keharusan moral" untuk memastikan bahwa negara-negara yang lebih miskin menerima akses ke vaksin yang efektif.

Menanggapi ha itu Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (NU), Dr Muhammad S Niam, MKes, SpB-KBD mengatakan bahwa kemungkinan vaksin yang dikembangkan dari jaringan sel janin yang diaborsi adalah hoax.

Baca Juga : Tak Hanya Covid-19, Bupati Blitar Ajak Masyarakat Waspadai Demam Berdarah

 

"Hoax lah, masak vaksin dari janin. Tidak benar itu," tegas Gus Niam (sapaan akrab Dr Muhammad S Niam, MKes, SpB-KBD).

Gus Niam menjelaskan bahwa prinsip vaksin itu merupakan virus yang dilemahkan. Sehingga, orang yang dilakukan vaksinasi adalah dengan dimasuki penyakit tapi yang lemah dan timbul kekebalan tubuh tapi tidak sakit.

"Covid-19 sendiri adalah self-limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh sendiri. Karena tubuh memiliki zat kekebalan atau sistem imun. Kalau orang kena infeksi, biasanya akan timbul kekebalan, jadi ide vaksinasi itu untuk memasukan virus tapi tidak sampai sakit," ungkap dia.

Gus Niam juga menekankan bahwa semua nantinya akan ada pendekatan ilmiah dan kehalalan. "Jadi sudah diupayakan semuanya, supaya rasionalitas nya benar-benar agar memberikan manfaat untuk menurunkan pandemi ini," terangnya. 

Topik
berita viral

Berita Lainnya