Wisatawan Masuk Kota Malang Wajib Rapid Test Antigen | Madiun TIMES

Wisatawan Masuk Kota Malang Wajib Rapid Test Antigen

Dec 18, 2020 10:09
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang).

Belakangan ini kasus positif Covid-19 di Kota Malang mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memprediksi kedatangan wisatawan di libur akhir tahun 2020 nanti tetap membludak.

Karenanya, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemkot Malang mewajibkan wisatawan yang masuk ke Kota Malang untuk menjalani rapid test antigen.

Baca Juga : 4 Hari, Angka Kesembuhan Covid-19 Kota Batu Capai 72 Orang

"Persyaratan harus rapid antigen. Kalau antigen itu kan persentasenya 80 persen mendekati hasilnya swab," kata Wali Kota Malang Sutiaji.

Sutiaji menambahkan, kebijakan tersebut diambil, menyusul daerah wisata lain yang mewajibkan swab test bagi wisatawan seperti Bali dan Yogyakarta.

Adanya aturan tersebut di daerah wisata itu, menjadikan sejumlah wisatawan mengubah tujuan liburan Nataru mereka. Tidak menutup kemungkinan, tujuan yang akan didatangi adalah ke Kota Malang.

Dengan demikian, ia meminta semua pihak yang terlibat kedatangan wisatawan untuk waspada.

"Kita pertimbangkan di daerah lain seperti di Bali, Jogja itu kan wisatawan sudah pakai swab. Kami anjurkan kepada semua bahwa tidak menutup kemungkinan nanti gelombang wisatawan akan datang di Kota Malang. Maka harus waspada masyarakat kita semua. Karena Covid-19 ini malah mengganas," tegasnya.

Terlebih, Kota Malang saat ini berada di zona merah atau dalam status resiko tinggi penyebaran Covid-19. Menurut Sutiaji, kenaikan kasus ini menunjukkan jika penyebab Covid-19 di Kota Malang sulit dideteksi.

Baca Juga : Cegah Penyebaran Covid-19, Tempat Wisata di Tulungagung Akan Ditutup

"Jadi transmisi kita, mutasi Covid-19 yang sekarang susah dideteksi, yang OTG (Orang Tanpa Gejala) terserang beberapa hari sudah tidak bisa diselamatkan. Maka, buat semuanya tolong hati-hati dan protokol kesehatan benar-benar harus diterapkan," tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang, hingga Kamis (17/12/2020), kasus Covid-19 di Kota Malang sebanyak 3.010 orang, ada penambahan sebanyak 85 orang.

Rinciannya, meninggal sebanyak 283 orang dengan tambahan lima orang, sembuh sebanyak 2.480 orang dengan tambahan 69 orang dan masih dalam pemantauan sebanyak 247 orang.

Topik
berita malang hari ini

Berita Lainnya