Pertemuan rutin anggota forum komunikasi KSP/KSPPS Kabupaten Ngawi di gedung serbaguna Notosuman. (Foto: Dokumen JatimTIMES)
Pertemuan rutin anggota forum komunikasi KSP/KSPPS Kabupaten Ngawi di gedung serbaguna Notosuman. (Foto: Dokumen JatimTIMES)

Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap kinerja usaha Koperasi Simpan Pinjam (KSP) maupun Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) di Kabupaten Ngawi. Imbasnya, bisnis yang dijalani koperasi banyak yang anjlok hingga 50 persen. 

Hal itu terungkap dalam pertemuan rutin anggota forum komunikasi KSP/KSPPS Kabupaten Ngawi di gedung serbaguna Notosuman pada Kamis (15/10/2020) siang.

Baca Juga : Dandim 0808/Blitar Resmikan Musholla An-Nur di Desa Tumpak Kepuh

Ketua Forum Komunikasi KSP/KSPPS Kabupaten Ngawi, Bambang Waloyo mengungkapkan bahwa pertemuan rutin bulanan ini diikuti sebanyak 55 KSP/KSPPS. 

Selain mendapatkan arahan dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Ngawi, pertemuan juga untuk membahas anjloknya bisnis usaha koperasi yang mencapai 50 persen akibat dampak merebaknya penyakit Covid-19.

"Kami dihadapkan pada kondisi sulit sejak merebaknya Corona. Bahkan sejumlah koperasi sempat tidak operasional sementara" ujar Bambang Waloyo kepada NgawiTIMES.

Sementara dalam acara ini hadir Calon Bupati Ngawi, Ony Anwar, yang merupakan pembina koperasi Kabupaten Ngawi. Dalam sambutannya, Ony Anwar menyampaikan perlunya inovasi dan kreativitas dari manajemen koperasi untuk menghadapi dampak signifikan akibat mewabahnya Covid-19.

Baca Juga : Wali Kota Yogyakarta: Terpapar Covid-19 Bukan Aib

"Koperasi perlu inovatif menghadapi pandemi Covid-19, salah satunya dengan mengembangkan aplikasi dalam operasional koperasi sehingga lebih maju dan terintegrasi," tegas Ony Anwar.

Ony Anwar berharap keberadaan koperasi di Kabupaten Ngawi dapat menjadi solusi dalam membantu perekonomian yang lesu sejak merebaknya pandemi Covid-19.