Demo tolak UU Cipta Kerja. (Foto: CNN Indonesia)
Demo tolak UU Cipta Kerja. (Foto: CNN Indonesia)

Aksi demo tolak UU Cipta Kerja hari ini Selasa (13/10/2020) rencananya akan kembali digelar.  

Setelah buruh dan mahasiswa, kini giliran sederet organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang akan melakukan aksi unjuk rasa.  Ormas tersebut dinamai dengan Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI yang akan melakukan aksi 1310.  

Baca Juga : BEM SI Nilai Jokowi Tak Pro Rakyat Terkait Aksi Demo Tolak Omnibus Law yang Berlanjut

 

Rencananya, aksi tersebut akan digelar di Istana Negara pukul 13.00 WIB. Namun, jalannya aksi tidak memungkinkan lantaran banyak petugas yang menyekat akses menuju istana.  

Hingga akhirnya massa yang terdiri dari Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan puluhan ormas lainnya memutuskan untuk menggelar aksi 1310 di titik Patung Arjuna Wiwaha atau yang dikenal dengan Patung Kuda. "Opsi alternatif aksi digelar di sekitaran patung kuda, karena istana sudah diblokade," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bamukmin.

Dalam aksi tersebut, massa akan membawa sejumlah tuntutan. Yakni selamatkan NKRI dan kaum buruh, tolak RUU HIP/BPIP, dan bubarkan BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila).  

Di sisi lain, aksi demo  ini juga menjadi perbincangan hangat di Twitter pagi ini.  Bahkan dua tagar #UmmatBersatuTolakOmnibusLaw dan #RakyatMenolakOmnibusLaw bertengger di jajaran trending topic Twitter.  

Deretan warganet mendoakan massa untuk tetap semangat dan kuat dalam memperjuangkan hak-hak para buruh.   "Semangat dan kuatkanlah mereka yg sedang berjuang untuk masa depan bangsa ini...," kicau @EdiH70902741.

 

 

Hal serupa juga dicuitkan oleh akun @Wikijohn5.   "Ayo semangat kawan kawan sebangsa dan setanah air #CabutOmnibusLaw #UmmatBersatuTolakOmnibuslaw," kicaunya.

Baca Juga : Demo Tolak UU Cipta Kerja Belum Berakhir, Ribuan Buruh Akan Datangi Istana Hari Ini

 

 

Selain itu, akun @heru0031 yang menilai partai koalisi pemerintah tidak memaksakan UU Cipta Kerja.  Ia menyebut jika UU Cipta Kerja sudah ditolak oleh banyak kalangan.

"Semua kalangan sudah menolak UU Omnibus law, mulai dr mahasiswa, buruh, ormas Islam, akademisi, dan tidak ada yg mendukung UU tersebut kecuali partai koalisi, mohon untuk tidak memaksakan UU ini," kicau @Heru0031.

 

 

Sedangkan ada akun @nun__14 yang menggunakan tagar #RakyatMenolakOmnibusLaw untuk aksi 1310.

"Aksi 13 10 Tolak Omnibus Law... Tolak apapun bentuk peraturan yg merugikan rkyt..," kicau @nun___14.