Deretan Ormas Gelar Aksi 1310 Tolak Omnibus Law, Benarkah KAMI Ikut Kerahkan Massa? | Madiun TIMES

Deretan Ormas Gelar Aksi 1310 Tolak Omnibus Law, Benarkah KAMI Ikut Kerahkan Massa?

Oct 12, 2020 09:08
Demo tolak UU Cipta Kerja (Foto:  Republika)
Demo tolak UU Cipta Kerja (Foto: Republika)

Selasa (13/10/2020) besok sederat organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dikabarkan akan melakukan aksi demo. Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law.  

Diketahui aksi demo ini dimotori oleh Ormas Front Pembela Islam, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, PA212 dan puluhan ormas lainnya. Bahkan, pemberitahuan aksi demo itu pun beredar melalui pesan WhatsApp dan media sosial.

Baca Juga : Aliansi Malang Melawan dan LBH Sayangkan Tindakan Represif Polisi saat Amankan 129 Pendemo

Unjuk rasa yang diberi nama Aksi 1310 ini diklaim akan dihadiri 10.000 massa di Istana Merdeka, Jakarta.  Terkait adanya aksi ini muncul isu jika Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ikut mengerahkan massanya dalam aksi tersebut, apakah benar?  

Isu tersebut lantas langsung dibantah oleh Ketua Badan Pekerja KAMI Ahmad Yani. Ahmad Yani menyatakan jika pihaknya tidak terlibat secara langsung dalam aksi demo itu.  

"KAMI kan tidak pernah secara langsung ikut terlibat dalam unjuk rasa itu. Dan sikap KAMI sudah dikeluarkan bahwa KAMI mendukung aksi tolak omnibus law," ucap Yani.  

Lebih lanjut, Yani mengatakan jika gerakan KAMI ini bersifat jejaring, sehingga ia mempersilahkan saja bila jaringan koalisi ini di daerah memberikan dukungan.  

"Yang paling penting KAMI memberikan dukungan untuk itu," tegasnya.  

Rencananya, demo akan digelar pada Selasa (13/10/2020).  Poster digelarnya demo tersebut salah satunya diunggah oleh akun Twitter @HrsCenter pada Sabtu (10/10/2020).  

Baca Juga : Viral Anggota DPRD Tak Hafal Pancasila di Tengah Pendemo, Teriakan Mahasiswa Bikin Salfok

Di poster itu gabungan aliansi menamakan sebagai "Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI).

Sementara melalui undangan yang beredar di WhatsApp disebutkan jika aksi akan digelar di Istana Presiden.  Yang lebih menghebohkan mereka akan melakukan aksi demo sampai Presiden Joko Widodo (Jokowi) lengser.  "Jam: 13.00 sampai Jokowi Lengser," begitu bunyi keterangan dalam undangan tersebut.  

 

Topik
Omnibus Law

Berita Lainnya