Kelompok Pendaki Difabel Linksos Berhasil Taklukkan Gunung Butak | Madiun TIMES

Kelompok Pendaki Difabel Linksos Berhasil Taklukkan Gunung Butak

Oct 10, 2020 10:54
Saat anggota penyandang disabilitas dari Linksos berada di puncak Gunung Butak. (Foto: Dok. Linksos for MalangTimes)
Saat anggota penyandang disabilitas dari Linksos berada di puncak Gunung Butak. (Foto: Dok. Linksos for MalangTimes)

Kelompok pendaki difabel yang tergabung dalam tim khusus pendaki Lingkar Sosial Indonesia (Linksos) berhasil melakukan ekspedisi pendakian ke Gunung Butak. Pendakian gunung dengan ketinggian 2.868 MDPL itu dilakukan selama dua hari, yakni tanggal 5-6 Oktober 2020.

Ketua Pembina Lingkar Sosial Indonesia, Kertaning Tyas mengatakan bahwa pada saat melakukan ekspedisi pendakian ke Gunung Butak diikuti oleh beragam penyandang disabilitas.

Baca Juga : Terpantau Aman dan Lancar, Aparat Kepolisian dan TNI Akhirnya Membubarkan Diri

 

"Tim beranggotakan 12 orang terdiri dari anggota difabel dengan ragam disabilitas tuli, disabilitas netra, disabilitas fisik, serta para pendamping dari Posyandu Disabilitas," ungkapnya ketika dikonfirmasi pewarta, Sabtu (10/10/2020).

Pria yang lebih akrab disapa Ken Kerta ini mengatakan, Gunung Butak bukan ekspedisi pendakian pertama yang dilakukan.

"Tujuan pendakian gunung selain olahraga, juga menguatkan imunitas di masa pandemi, serta kampanye hapus stigma," ujarnya.

Saat ekspedisi, jalur pendakian ke arah Gunung Butak terkenal cukup terjal dan ekstrim. Bahkan, tak sedikit orang menyebutnya sarat dengan mistis.

Meski demikian, para anggota difabel Linksos bersama pendamping bahu-membahu melewati hutan lumut, hutan pinus Anjasmara dan sabana.

"Meniti jalan setapak di tepian lembah curam sepanjang kurang lebih 500 meter, serta mendaki tebing batu berketinggian sekira 300 meter dengan kemiringan 75 derajat," terangnya.

Dalam kondisi yang sama dengan dilakukan oleh masyarakat yang masih diberikan kelengkapan secara jasmani maupun rohani, jalur pendakian Gunung Butak terbilang sulit dan memerlukan kewaspadaan lebih. Karena harus menggunakan bebatuan, rumput, akar sebagai media untuk mendaki.

"Ketika pendaki tidak berpegangan pada bebatuan, rumput, akar atau tali temali dan tongkat maka akan tergelincir. Namun ini mampu dilewati para difabel," bebernya.

Keberhasilan dalam pendakian ini merupakan salah satu bentuk usaha para anggota penyandang disabilitas yang tergabung dalam Linksos untuk mengubah stigma dan paradigma negatif yang kerap kali muncul di masyarakat.

Terkait tujuan yang kedua yakni hapus stigma negatif kepada para penyandang disabilitas, Ken Kerta mengatakan bahwa saat ini para penyandang disabilitas sedang dibaluti stigma negatif dari masyarakat.

Baca Juga : Polisi Bubarkan Massa Liar dan Tangkap 30 Pelajar di Aksi Tolak Omnibus Law di Jombang

 

"Terdapat tiga stigma yang kini tengah membalut kehidupan difabel, yaitu stigma lingkungan, self stigma dan stigma multikultural," ujarnya.

Untuk yang dimaksud stigma lingkungan sendiri dikatakan Ken Kerta bahwa selama ini digabel dianggap tidak mampu dan menjadi beban lingkungan di masyarakat.

Selanjutnya ada self stigma yang di mana pada stigma inj difabel memposisikan diri sebagai orang yang lemah dan layak untuk dikasihani.

Sedangkan untuk stigma multikultural bahwa pandangan negatif dari masyarakat disebabkan oleh adanya perundang-undangan dan penerapan kebijakan yang tidak berpihak kepada penyandang disabilitas. Sehingga menyebabkan stigma negatif yang mengakar di masyarakat.

"Contoh stigma multikultural adanya diskriminasi layanan publik di segala bidang dan minimnya aksesibilitas sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas," jelasnya.

Sementara itu, keberhasilan pendakian ke Gunung Butak yang dilakukan selama dua hari oleh kelompok penyandang disabilitas Linksos dan pendamping dari Posyandu Disabilitas ini ternyata sudah memiliki pengalaman di beberapa jalur pendakian.

"Timsus pendaki Linksos telah melewati beberapa latihan pendakian, yaitu penjelajahan Bukit Srigading, Coban Misteri Supit Urang Lawang dan Gunung Wedon dan Gunung Banyak," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Gunung Butak

Berita Lainnya