Aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja Ricuh, Pameran di Gedung Dewan Porak Poranda | Madiun TIMES

Aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja Ricuh, Pameran di Gedung Dewan Porak Poranda

Oct 08, 2020 14:21
Kondisi pameran gedung DPRD Kota Malang saat terjadi aksi ricuh dalam demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja.
Kondisi pameran gedung DPRD Kota Malang saat terjadi aksi ricuh dalam demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja.

Aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Malang kembali memanas. Setelah sempat meredam, aksi kembali ricuh dengan beberapa oknum yang melempar batu dan botol ke arah Gedung DPRD Kota Malang.

Massa yang melemparkan botol dan batu ke arah Gedung DPRD Kota Malang itu sempat membuat panik. Pasalnya, saat ini juga masih berlangsung pameran batik di lobby utama Gedung DPRD Kota Malang. Setidaknya puluhan pengusaha turut serta dalam pameran tersebut.

Baca Juga : Beredar di Medsos, Ini Isi Telegram Kapolri soal Larangan Demo Buruh

 

Beberapa video terkait kondisi yang ada di dalam gedung saat pameran berlangsung pun beredar luas. Tampak para pelaku UMKM yang ikut serta dalam pameran panik. Lantaran flare yang sempat dilemparkan ke arah Gedung DPRD Kota Malang sempat membara di halaman utama gedung rakyat tersebut.

 

Sebelumnya, ribuan mahasiswa dan buruh se-Malang Raya yang tergabung dalam aliansi Malang Melawan menggelar aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja. Aksi digelar pada hari ini, Kamis (8/10/2020).

Mahasiswa yang tergabung dari berbagai organisasi dan perguruan tinggi beserta buruh se-Malang Raya itu memulai aksi dengan berorasi di kawasan Perempatan Rajabali, Kota Malang.

Dalam pantauan MalangTIMES, masing-masing perwakilan mahasiswa melakukan orasi dengan pengeras suara. Mereka menuntut untuk membatalkan omnibus law cipta kerja. Karena undang-undang yang baru saja disahkan itu dinilai sangat menindas masyarakat.

"Tolak Omnibus Law sampai dicabut, sepakat," teriak perwakilan mahasiswa yang melakukan orasi.

Baca Juga : Tolak UU Cipta Kerja, Polres Malang Persilakan Buruh Pasang Spanduk di Perusahaan

 

Dalam aksi itu, para mahasiswa dan buruh se-Malang Raya membawa bendera merah putih hingga bendera masing-masing organisasi. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan penolakan terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Miskin," teriak perwakilan mahasiswa yang melakukan orasi.

Usai melakukan orasi di kawasan Rajabali, ribuan massa berjalan menuju kawasan Bundaran Tugu, Balai Kota Malang dan DPRD Kota Malang. Sebagian besar massa lain pun sudah menunggu di kawasan Bundaran Tugu Kota Malang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Omnimbus Law Cipta Kerja Demo Mahasiswa Demo Buruh DPRD Kota Malang pameran umkm

Berita Lainnya