Bikin Kebun Sayur, Fatayat NU Banjarsari Wetan Prakarsai Program Ketahanan Pangan Keluarga | Madiun TIMES

Bikin Kebun Sayur, Fatayat NU Banjarsari Wetan Prakarsai Program Ketahanan Pangan Keluarga

Oct 04, 2020 23:00
Ketua Fatayat Ranting Banjarsari Wetan Binti Amilatul bersama pengurus di lokasi program ketahanan pangan.
Ketua Fatayat Ranting Banjarsari Wetan Binti Amilatul bersama pengurus di lokasi program ketahanan pangan.

Pandemi covid-19 berdampak besar terhadap semua lapisan masyarakat. Anjuran untuk tetap berada di rumah semakin lama bisa membuat warga bosan. Karena itu, banyak warga yang mengisi kekosongan waktu dengan menanam sayur mayur di pekarangan rumah mereka atau di lahan-lahan kosong.

Begitu juga yang dilakukan Ketua Fatayat NU Ranting Banjarsari Wetan Binti Amilatul Mahmudah. Dia  tergerak hatinya untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan ketahanan pangan keluarga. Amilatul beserta anggotanya membuat kebun sayur. Kebun itu pun dinamai  Kebun Sayur Sahabat Fatayat NU.

Baca Juga : Viral Perjuangan Kakek Tunanetra Meraba-raba Tembok untuk Menunaikan Salat

Dengan memanfaatkan lahan tepi sawah miliknya yang  bertempat di Dukuh Tumpukan, Desa Banjarsari Wetan,  Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Amilatul mengajak anggota Fatayat di desanya menanam berbagai sayur sayur. Antara lain lombok, tomat, terong, kemitir, kemangi, kangkung, bayam. Buah pisang juga ikut ditanam.

Lahan tepi sawah dipilih karena memudahkan perawatan tanaman. "Ada aliran irigasi di samping sawah sehingga memudahkan pengairan tanaman sayur," kata Amilatul.

Kebun Sayur Ssahabat Fatayat NU Ranting Banjarsari Wetan ini berawal dari program Fatayat NU Vabang Kabupaten Madiun yg memberikan bantuan  benih untuk anggota Fatayat. Berbekal benih tersebut dan sebagian juga dibeli dari toko pertanian, mereka lalu bercocok tanam. Hasilnya lumayan banyak  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus membeli ke toko sayur.

Hasil panen dari kebun sayur juga dibagikan kepada anggota secara cuma-cuma. Bahkan dibagikan pula kepada warga desa. “Alhamdulillah barokahi panennya. Bisa untuk makan setiap hari dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar,” tutur Amilatul.

Dari kegiatan pengelolaan kebun sayur ini, Amilatul  berharap kebutuhan pangan anggota bisa terpenuhi. Kegiatan ini juga diharapkan bisa mendorong dirinya dan anggota Fatayat NU untuk giat berbagi kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga : Camat Glagah Lakukan Simulasi Pernikahan di Paspan

Ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan dari kegiatan pengelolaan kebun sayur ini. Mulai dari tercukupinya kebutuhan pangan hingga mencegah rantai penularan covod 19. “ Sangat bermanfaat. Bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan menekan pengeluaran anggaran belanja rumah tangga. Selain itu, menanam sayur mayur di rumah juga mampu mengurangi aktivitas belanja masyarakat di luar. Hal ini bagus mengingat tingkat penularan covid-19 sangat tinggi,”  kata Amilatul.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Fatayat NU fatayat NU Madiun berkebun kegiatan positif

Berita Lainnya