Calon Wali Kota Machfud Arifin
Calon Wali Kota Machfud Arifin

Calon Wali Kota Surabaya Nomor Urut 02 Machfud Arifin mengunjungi kampung di Jalan Manyar Sabrangan, Gang III, Kecamatan Mulyorejo, Minggu (4/10).

Di sana MA sapaan akrabnya disambut oleh puluhan warga yang mayoritas merupakan kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Selain itu turut hadir juga Direktur Program Tim Pemenangan Machfud-Mujiaman, M. Machmud beserta para kader dari Partai Demokrat.

Baca Juga : Cek Kekayaan Dua Paslon di Pilkada Kabupaten Malang 2020  

 

Di sana MA melakukan dialog dengan para kader Jumantik dan juga para pengurus RT serta RW setempat.

Saat mendampingi MA, Machmud menyampaikan jika banyak keluhan para warga di Manyar. Mulai kecilnya tunjangan bu Jumantik hingga tunjangan para pengurus RT dan RW.

"Padahal sudah saya hitung. Kalau tunjangannya dinaikkan sampai 100 persen tak sampai menghabiskan Rp 100 miliar dari APBD," terang pria yang juga anggota Komisi A DPRD Surabaya ini.

"Ironis. Padahal APBD Kota Surabaya sangat besar. Tapi justru tunjangan Jumantik di sini tidak sampai Rp 50 ribu dalam setiap kegiatan. Kalah sama Malang dan Mojokerto," bebernya.

Pernyataan Machmud ini langsung ditimpali oleh MA. Dia tahu bahwa selama ini para kader Jumantik dalam setiap kegiatan diberi Rp 31 ribu, setelah dipotong pajak oleh Pemkot Surabaya.

Baca Juga : Bawaslu Kota Surabaya Disorot, Ada Dugaan Tebang PIlih dalam Penindakan Pelanggaran Pilkada

 

"Kenapa tidak Rp 50 ribu sekalian. Sama seperti Malang dan Mojokerto. Padahal APBD Surabaya Rp 10 triliun, jauh lebih besar dari Malang dan Mojokerto," tuturnya.

Dengan uang hanya Rp 31 ribu ini, MA ragu para kader Jumantik ikhlas menerimanya. "Kalau dibawa ke pasar bisa buat beli apa," kelakarnya.

Sebab itu jika dipercaya menjadi Wali Kota Surabaya, MA berjanji akan memberikan anggaran utuh Rp 50 ribu untuk kader Jumantik meski sudah dipotong pajak. Sama halnya dengan tunjangan bagi para pengurus RT dan RW yang akan dinaikkan hingga 100 persen.