Program Kampung Tangguh Semeru di Pacitan Libatkan 60 Relawan | Madiun TIMES

Program Kampung Tangguh Semeru di Pacitan Libatkan 60 Relawan

May 29, 2020 13:12
Kunjungan ke Desa Sumberharjo yang terpilih sebagai Kampung Tangguh. (Foto: Istimewa)
Kunjungan ke Desa Sumberharjo yang terpilih sebagai Kampung Tangguh. (Foto: Istimewa)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) bersama jajaran Polda Jatim terus menggeber program Kampung Tangguh sebagai upaya menekan efek negatif Covid-19 di masyarakat, termasuk di Pacitan.

Di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa tersebut telah diresmikan Kampung Tangguh Semeru di Desa Sumberharjo, Pacitan.

Baca Juga : Euforia Masyarakat Berpotensi Gagalkan Transisi New Normal, Pemkot Batu Siapkan 6 Aturan

Kepala Desa Sumberharjo Harianto mengungkapkan, program Kampung Tangguh Semeru tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat desa.

"Program ini dari Pak Kapolda dan Gubenur Jawa Timur, Ibu Khofifah. Kita sudah siap. Relawan kurang lebih 60 orang, medis dibantu bidan dan perawat, melibatkan karang taruna desa Sumberharjo, RT/RW dan semua tokoh masyarakat Sumberharjo," terangnya.

Kapolres Pacitan AKBP Didik Hariyanto dalam sambutannya menyampaikan terima kasih pada warga atas terlaksananya Kampung Tangguh Semeru di Desa Sumberharjo.

"Kami launching pertama di Desa Kembang dan disusul Desa Sumberharjo ini. Kampung Tangguh Semeru adalah suatu program unggulan bapak Kapolda Jawa Timur agar kasus Covid-19 mengalami penurunan signifikan," ujarnya.

Didik menyebut, konsep Kampung Tangguh telah berhasil diterapkan di Malang Raya.

"Kami mengharap Kampung Tangguh Semeru ditiru kabupaten lainnya. Kepanjangan nama SEMERU bila diurai Sehat, Aman, Tertib dan Rukun," urainya.

Dipilihnya Desa Sumberharjo, lanjutnya, karena desa itu telah menjalankan program kampung tangguh ke warga.

"Program kampung tangguh ini berbasis problem solving atau penyelesaian permasalah yang terjadi," tuturnya.

Didik mencontohkan, ada 35 warga Sumberharjo yang dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka kerja.

Lalu pihak desa merekrut warga tersebut untuk diberi pekerjaan.

Baca Juga : Komunikasi Kampung Tangguh Pakai Aplikasi, Bupati Jember: Lebih Cepat Layani Warga

Secara pengamaman, dua bulan terakhir Desa Sumberharjo secara simultan memberlakukan cek point di tiga titik perbatasan desa.

"Mulai cuci tangan, cek suhu tubuh dan dilakukan selama 24 jam. Karena memang di Kampung Tangguh ini ada kunci penting yaitu pendataan dan screening," paparnya.

Didik mengajak desa-desa lain yang mencukupi syarat kelengkapan agar mengikuti jejak Sumberharjo masuk prioritas Kampung Tangguh.

"Kelengkapan Kampung Tangguh Semeru harus ada ruang isolasi, ada lumbung pangan, ada dapur umum dan ada posko yang dimanfaatkan," tegasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Bupati Pacitan Indartato menyampaikan harapan agar Kampung Tangguh menjadikan masyarakat mandiri dalam menyelesaikan masalah di desanya.

Dia membahas soal kesiapan Desa Sumberharjo yang telah menyediakan tempat pemakaman jenazah di makam umum Sekar Arum RT 05 RW 02 jika ada pasien suspect Covid-19 yang meninggal.

Topik
Madiun Berita Madiun Program Kampung Tangguh Semeru

Berita Lainnya