Pakar Virus Beberkan Bahaya Mudik Penduduk Jakarta di Masa Pandemi Corona | Madiun TIMES

Pakar Virus Beberkan Bahaya Mudik Penduduk Jakarta di Masa Pandemi Corona

Mar 31, 2020 09:39
Pakar Virus UB, dr Andrew William Tulle MSc. (Foto: istimewa)
Pakar Virus UB, dr Andrew William Tulle MSc. (Foto: istimewa)

Baru-baru ini, seorang mahasiswa Malang dinyatakan positif Corona. Mahasiswa tersebut kini menjalani perawatan di RS Panti Waluya (RKZ) Sawahan Kota Malang.

Pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut tidak memiliki riwayat keterkaitan dengan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) positif sebelumnya atau yang sedang dalam perawatan. Namun, ia diketahui telah menempuh perjalanan dari Jakarta.

Jokowi sendiri menyebut, sejak DKI Jakarta tanggap darurat Corona, terjadi percepatan arus mudik. Hingga akhirnya beberapa pemerintah daerah mengimbau agar warganya tidak melakukan tradisi pulang kampung alias mudik. Termasuk membatasi akses keluar masuk sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona.

Pakar Virus Universitas Brawijaya (UB) dr Andrew William Tulle MSc mengatakan, adanya gerakan mudik penduduk Jakarta mempengaruhi pola penyebaran Covid-19, sehingga akan memunculkan kasus-kasus baru dan mengubah masa puncak wabah. 

"Jika upaya pencegahan transmisi dapat dimaksimalkan kemungkinan perkiraan puncak wabah juga akan bergeser dan wabah virus ini bisa segera berakhir," kata Andrew. 

Andrew menambahkan, selama ini virus Covid-19 masih ditransmisikan secara efektif antarmanusia sehingga jumlah penderita masih bisa bertambah. 

"Upaya yang dapat dilakukan adalah menghambat penyebaran dengan mengurangi kemungkinan transmisi virus antarmanusia, hingga seluruh penderita sembuh dan terbebas dari virus," bebernya.

Ia berharap, dengan mengurangi transmisi serta seiring berjalannya waktu, Covid-19 akan mengalami mutasi dan menjadi lebih lemah. Seperti yang terjadi pada SARS 2002 - 2003, hasil penelitian menunjukkan adanya mutasi virus SARS 2002 - 2003 yang diduga menyebabkan keganasan virus berkurang dan kasusnya mereda.

Andrew mengimbau agar masyarakat tetap mengikuti aturan pemerintah agar Covid-19 tidak semakin menyebar. 

"Di Indonesia sendiri, kemampuan untuk mendeteksi kasus baru COVID-19 masih terbatas," ungkap dia.

Ia mengatakan, Coronavirus merupakan virus yang memiliki selubung di bagian luar disebut "envelope". Virus-virus envelope jika envelopenya rusak akan menjadi inaktif, oleh karena itu virus-virus envelope mudah diinaktifkan. 

"Akan tetapi coronavirus berbeda dibandingkan virus envelope yang lain, karena lebih mampu bertahan di lingkungan. Faktor yang menyebabkan coronavirus lebih stabil masih belum jelas," terangnya. 

Berdasarkan penelitian terbaru di NIH (National Institute of Health, US), virus Covid-19 dapat bertahan di lingkungan  selama delapan jam dengan sedikit penurunan jumlah mulai terjadi pada tiga jam pertama. 

Selain itu virus tersebut juga dapat bertahan cukup lama pada permukaan benda mati. Waktu paruh virus, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk jumlah virus berkurang menjadi separuhnya, pada permukaan tembaga sekitar tiga jam, kertas kardus sekitar delapan jam, besi selama 13 jam dan plastik selama 15 jam. 

"Berdasarkan penelitian tersebut, virus masih terdeteksi pada besi dan plastik hingga 72 jam, tetapi jumlahnya sudah turun hingga sepertiganya. Namun penelitian tersebut hanya menguji stabilitas virus tetapi belum diketahui apakah virus tesebut masih infeksius atau tidak," katanya. 

Meski demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, sebab pada saat menangani SARS belum ada media sosial, sehingga tenaga medis bisa menangani dengan lebih tenang. 

Sedangkan pada masa Covid-19 ini seringkali muncul broadcast-broadcast yang kurang tepat dan hoax-hoax di media sosial yang hanya membuat masyarakat semakin panik. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Malang Berita Malang berita malang hari ini mahasiswa malang mahasiswa positif corona RS Panti Waluya bahasa mudik penduduk jakarta pandemi corona Corona di Malang Pakar Virus Universitas Brawijaya dr Andrew William Tulle MSc

Berita Lainnya