Anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun sebesar Rp 1,7 miliar, telah dialokasikan untuk mengubah wajah baru Alun-Alun Kota Madiun. Proyek yang dimulai pada 24 Januari itu, ditargetkan selesai pada 23 Mei 2020 mendatang.
Saat ini, pengerjaan renovasi alun-alun dikerjakan oleh 32 pekerja di bawah pengawasan CV Nugraha Cipta Sejahtera Banjarejo Kecamatan Taman dan dikerjakan oleh CV Cipta Jaya Agung sebagai pemenang tender sebesar Rp 1,5 miliar.
Anggaran Rp 1,7 miliar yang disiapkan oleh Pemkot Madiun, pembangunan tersebut meliputi penyambungan pendopo depan 18m x 5m. Juga pembangunan bundaran tengah yang akan diganti dengan panggung seni terbuka berdiameter 30m, serta pemindahan tiang lampu HPI-T.

Per 20 Maret 2020, tahap pembangunan baru mencapai angka 25,4 persen. Artinya, dalam jangka waktu dua bulan lagi pihak pengembang harus mengejar target pembangunan sekitar 74 persen dari keseluruhan bangunan.
"Dari pagu sebesar Rp 1,7 miliar yang kemudian ditawar kontraktor Rp 1,5 miliar tersebut, sesuai rencana akan selesai sebelum target kesepakatan," ujar Nurul Yusuf selaku pengawas proyek dari CV Nugraha Cipta Sejahtera.
“Jika semangat kontraktor stabil Insya Allah sebelum target waktunya sudah selesai," tegasnya.
Saat ini, pengerjaan struktur tribun sudah selesai hanya tinggal penimbunan dan pelapis lantainya. "Material dari kontraktor sudah datang semua, sesuai kontrak 23 Mei mendekati lebaran harus sudah selesai, ini di arsitek finishing yang tinggi biayanya, orang hanya melihat kenapa bisa semahal ini padahal orang tidak tau selesainya itu seperti apa," ujarnya.

"ini pengecatannya kan mahal, bukan cat air biasa, tapi cat air brush, sedangkan di tribun itu lapis lantai atasnya saja pakai batu alam,” tambah Nurul Yusuf.
Sedangkan menurut Nurul Yusuf bahwa struktur dan finishing cat itu lebih mahal arsitekturnya, baik dari segi biaya lebih mahal finishing cat, cat ambil dari orang lokal.
Bunga di sekeliling tribun pun sudah dipindah oleh Dinas Perkim yang nantinya jika pembangunan sudah selesai akan dikembalikan.
