Wali Kota Sutiaji Siap Ikuti Instruksi Pusat jika Kota Malang Diputuskan Lockdown | Madiun TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Wali Kota Sutiaji Siap Ikuti Instruksi Pusat jika Kota Malang Diputuskan Lockdown

Mar 16, 2020 19:52
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Semakin meluasnya penyebaran virus Corona atau Covid-19 hingga ke Indonesia memang membuat semua daerah waspada. Tak terkecuali di Kota Malang, yang membuat kebijakan meliburkan sekolah selama 14 hari dan melakukan pembelajaran melalui media daring.

Namun, hal itu dinilai belum cukup. Mengingat, meski sekolah diliburkan namun akses di keramaian masih tetap diberlakukan. Karenanya, beberapa tempat keramaian seperti cafe, tempat rekreasi juga mulai dibuatkan kebijakan untuk ditutup sementara waktu.

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji sempat mengeluarkan pendapat mengenai penutupan akses keluar masuk baik dari maupun menuju Kota Malang. 

Kabar ini menjadi perbincangan, sebab jika memang ada kebijakan tersebut maka daerah sama saja memberlakukan lock down.

Padahal, Pemerintah Daerah (Pemda) tidak memiliki kewenangan akan hal itu. Karenanya, informasi yang telah menyebar luas ini diklarifikasi, bahwa ia mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk memberlakukan lock down total negara.

"Tidak ada penutupan akses, ndak mungkin kepala daerah itu mau menutup wilayahnya, tidak mungkin. Itu bukan otoritas saya. Maksud saya, seandainya ini nasional, saya usul untuk pemerintah pusat lebih bagus melakukan itu," ujar Sutiaji saat ditemui, Senin sore (16/3).

Dijelaskan, meski Kota Malang telah menerapkan batasan-batasan mulai dari meliburkan sekolah dan membatasi akses aktivitas warga dalam jumlah yang banyak untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Namun, Sutiaji masih mengkhawatirkan adanya warga luar daerah yang ke luar masuk dan belum terdeteksi kesehatannya secara tepat. Ia tak mau kecolongan dengan aktivitas orang-orang yang ke luar masuk Kota Malang yang bisa memicu penyebaran virus.

Mengingat jajaran pejabat tinggi pemerintah pusat, yakni Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi terjangkit virus Corona. Hal itu salah satu bentuk bahwa pusat kecolongan. Padahal, Budi tidak dalam ciri atau tanda-tanda masuk kategori ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasiem Dalam Pengawasan).

Meskipun ia tegaskan, belum ada suspect virus corona yang dinyatakan positif di Kota Malang. Hal inilah yang mendasarinya berpikir agar pemerintah pusat memikirkan opsi penutupan akses. 

"Nah, yang di Kota Malang kita batasi. Hemat saya lebih baik satu atau dua minggu atau satu bulan seprti di negara-negara lain selesai, berhenti semua tidak ada aktifitas apa-apa. Tapi, negara hadir menjamin bahwa kondisi pangan aman. Selama waktu tersebut," imbuhnya.

Berkaitan dengan hal itu, lebih lanjut ia menyatakan bahwa penutupan akses ke luar masuk wilayah Kota Malang bukan berlaku bagi warga atau wisatawan melainkan hanya untuk lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Malang.

"Itu kan tamu, kunjungan daerah. Jadi tamu-tamu yang kunjungan daerah yang sekarang sudah bermalam di sini masih bisa. Satu dua hari, berikutnya (lusa) tidak boleh. Termasuk ASN (tidak diperkenankan ke luar Kota Malang)," tandasnya.

Sementara itu, akses pembatasan tersebut ditambah dengan penutupan cafe, tempat hiburan malam, tempat rekreasi mulai di tutup. 

Kemudian, acara baik di instansi pemerintahan dan masyarakat yang melibatkan lebih dari 30 orang maka diminta untuk dilakukan penundaan sementara waktu ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Malang Berita Malang wali kota sutiaji Siap Ikuti Instruksi Pusat jika Kota Malang Diputuskan Lockdown Semakin meluasnya penyebaran virus Corona Kota Malang

Berita Lainnya