Situasi Kampung Warna-Warni maupun Kampung 3D, hari ini nampak menegangkan. Sungai Brantas yang membelah dua kampung tersebut, meluap akibat curah hujan yang tinggi. Tak pelak, banjir menyebabkan warga sekitar terjebak dalam situasi membahayakan.
Selain menyebabkan beberapa warga terjebak, banjir bahkan sempat membuat beberapa orang warga hanyut terseret arus deras banjir di Sungai Brantas. bisa terselamatkan oleh prajurit Komando Pasukan Khas (Kopaskhas) yang sebelumnya sudah siap siaga memprediksi adanya bencana.
Tanpa takut, prajurit Kopaskhas terjun ke sungai menolong mereka yang tenggelam terseret arus. Upaya Kopaskhas membuahkan hasil. Mereka dapat menyelamatkan beberapa warga yang sempat terseret banjir.

Namun meskipun bisa terselamatkan, kondisi warga banyak yang mengalami luka dan membutuhkan obat-obatan serta makanan. Akan tetapi, karena sulitnya medan yang terkena terjangan banjir, situasi tidak memungkinkan untuk mendapatkan bahan makanan maupun obat yang dibutuhkan untuk bisa segera didapatkan guna menolong korban banjir.
Hal tersebut ternyata, sudah diantisipasi oleh Kopaskhas dengan menerjunkan helikopter. Di sana helikopter mengintari kawasan bencana dan menjatuhkan helibox yang berisi bahan-bahan makan maupun obat dan disebar di beberapa titik.
Setelah sampai pada titik yang dituju, bahan makanan maupun obat-obatan tersebut langsung didistribusikan kepada warga sekitar yang membutuhkan.
Namun tenang saja, kejadian tersebut bukan merupakan kejadian nyata, melainkan hanya sebuah gambaran simulasi penanggulangan akibat bencana alam yang dilakukan oleh Kopaskhas TNI AU dan juga beberapa instansi lainnya.

Kolonel Pas Ahmad S Qodri, Asisten Operasi Kopaskhas, menjelaskan, jika sebagai satuan bagian dari TNI, Kopaskhas terus melakukan latihan guna meningkatkan kemampuan prajurit dalam melaksanakan operasi, khususnya penanggulangan akibat bencana.
"Latihan sebenarnya ada di beberapa tempat, salah satunya di Malang. Yang dilakukan ada pencarian korban, evakuasi korban, akibat dari banjir, tanah longsor," bebernya.
Dan dalam kegiatan simulasi penanggulangan akibat bencana alam ini, selain dari personEl Kopaskhas TNI AU, juga melibatkan beberapa unsur instansi lain seperti PMI Kota Malang, BPBD Kota Malang, unsur dari masyarakat hingga alutsista TNI AU.

"Seperti tadi juga dilibatkan helikopter dalam memberikan bantuan maupun melaksanakan evakuasi pertolongan. Perselel yang dilibatkan ada 700," ungkap nya.
Sesuai karakteristik daerah, disampaikan nya, jika di setiap tempat saat ini berpotensi terjadi bencana. Karenanya, dari situlah Kopaskhas terus digembleng, meningkatkan kemampuannya di bidang Search and Rescue (SAR).
"Kekuatan Paskhas setiap satuan ada SAR di dalamnya. Sehingga apabila setiap saat dibutuhkan, mereka siap siaga untuk digerakkan, bahkan dari peralatan dan personel, juga mempunyai prosedur tetap (Protap) sendiri. Salah satunya yang dilatihkan pada hari ini untuk menguji prosedur bagaimana melakukan pencarian maupun pertolongan," pungkas nya.
