free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Harga Jual Tinggi, Batik Pakai Pewarna Alami Lebih Menarik Minat Wisatawan Mancanegara

Penulis : Nurlayla Ratri - Editor : Heryanto

22 - Mar - 2019, 02:00

Placeholder
Peserta pelatihan tengah menjemur kain batik tulis yang menggunakan pewarna alami. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Kain batik tulis yang diproduksi perajin Indonesia banyak diminati kalangan wisatawan mancanegara. Terlebih, batik yang diproses menggunakan pewarna alami. 

Sayangnya, jumlah perajin yang memproduksinya kalah jumlah dengan batik dengan pewarna sintetis. 

"Batik dengan pewarna alami banyak diminati orang luar dan wisatawan yang datang. Bahkan harganya juga lebih mahal dibanding yang biasa," ujar Kasi Penyelenggaraan Pelatihan Koperasi dan UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Sutoyo. 

Untuk menambah jumlah pembatik dengan pewarnaan natural itu, pihaknya menggelar pelatihan khusus. 

Pelatihan tersebut melibatkan sekitar 30 perajin dan usaha kecil menengah (UKM) batik dari berbagai daerah di Jawa Timur. 

Berlangsung di aula lantai 2 Kantor UPT Pengembangan Tenaga Kesejahteraan Sosial Jatim di Jalan Panglima Sudirman, Kota Malang, perajin yang didominasi ibu-ibu itu terlihat khusyuk membatik. 

Dengan telaten mereka menuangkan lilin dari canting ke kain dan membentuk pola-pola yang sudah tercetak di kain. 

Setelah pola rampung ditutup lilin, kain-kain itu lantas direndam di dalam larutan pewarna. 

Warna-warna merah, kuning, hijau, biru dan merah tampak tidak secerah pewarna buatan. 

Pasalnya, warna itu diperoleh dari bahan-bahan alami seperti kulit kayu Mahoni, daun ketepeng, dan lain-lain.

Sutoyo mengungkapkan, pada pelatihan tersebut pihaknya memang sengaja memberikan pelatihan membatik dengan warna alami.

Pasalnya, batik jenis tersebut memiliki pasar khusus yang belum banyak digarap oleh perajin di daerah. 

"Karena mereka skalanya masih kecil, produk batik dari warna alam ini bisa jadi cenderamata khas daerah," sebutnya. 

Selain itu, lanjut dia, potensi ekspor untuk produk batik dari bahan alam juga besar.

Menurutnya, wisatawan asing lebih menyukai batik dengan warna berbahan alami karena bagus untuk kulit. 

"Karena katanya warna alam bagus untuk kulit, tidak timbulkan iritasi saat dipakai," jelasnya. 

Pada pelatihan yang sudah digelar sejak Senin (18/3) lalu itu, para peserta mendapat beberapa materi membatik. 

Seperti membuat pola batik tulis, teknik mengisi warna, hingga meracik pewarna dari bahan-bahan di sekitarnya. 

"Warna alam lebih mahal, karena proses lama. Yang beli menengah keatas," ujar Narnianik, salah satu peserta pelatihan. 

Rata-rata, batik dengan warna alam dibanderol dengan harga di atas Rp 350 ribu. 

Perempuan asal Trenggalek itu berharap, dengan adanya pelatihan ini, dirinya bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. 

"Ya semoga setelah ini juga ada bantuan untuk pemasaran. Jadi kami tidak bingung harus menjual ke mana," pungkasnya. 


Topik

Wisata berita-malang Kain-batik-tulis menggunakan-pewarna-alami diminati-kalangan-wisatawan-mancanegara Dinas-Koperasi-dan-UKM-Provinsi-Jawa-Timur-Sutoyo usaha-kecil-menengah-(UKM) Kota-Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurlayla Ratri

Editor

Heryanto