Menyongsong Imlek atau tahun baru China, Kelenteng Hong San Kiong yang berada di Jl Raya Wangkal, Dusun Tukangan, Desa/Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, menggelar tradisi pemandian patung-patung dewa, Rabu (30/1) pagi.
Pemandian patung pemujaan di kelenteng yang berdiri sejak tahun 1700 ini dilakukan rutin setiap tahunnya saat menjelang Imlek.
Di kelenteng tersebut, terdapat satu patung pemujaan yang berumur ratusan tahun atau yang disebut sebagai tuan rumah Kelenteng Hong San Kiong, yitu Kong Cho Kong Tik Tjun Ong.
Dijelaskan oleh Heri Purwanto, ketua sekaligus pembina Kelenteng Hong San Kiong bahwa patung pemujaan Kong Cho Kong Tik Tjun Ong ini diperkirakan berumur 400 tahun. "Tuan rumah ini bernama Kong Cho Kong Tik Tjun Ong. Sudah lama ini Mas, 400-an," terang Heri.
Untuk memandikan Kong Cho Kong Tik Tjun Ong ini, tidak boleh menggunakan air secara langsung. Melainkan harus menggunakan kain basah dengan mengelapnya secara halus.
"Yang ini harus hati-hati karena terbuat dari kayu. Harus menggunakan kain basah agar tidak mengelupas kayunya," ujarnya sambil membersihkan patung tersebut.
Sementara, pada proses pemandian patung pemujaan ini, tidak hanya Kong Cho Kong Tik Tjun Ong saja yang dibersihkan. Menurut Heri, sedikitnya ada 30-an patung dewa yang juga dilakukan pemandian.
Cara pemandiannya, sejumlah patung yang terbuat dari batu keramik, tembaga, dan kayu ini dimandikan dengan air yang dicampur dengan bunga dari berbagai warna. Setelah proses pemandian, patung-patung ditata rapi di atas meja di depan tempat persembayangan.
"Malam itu sembayang dulu sebelum dimandikan. Mau apa tidak. Kalau mau, ya dimandikan. Kalau tidak, ya tidak dimandikan," ujarnya.
Sedangkan tujuan dari pemandian patung pemujaan di Imlek atau tahun baru China 2570 ini adalah bentuk merawat tradisi yang ada di Kelenteng Hong San Kiong. Dan juga dituturkan Heri bahwa di Imlek tersebut turun dipanjatkan doa-doa agar negara terhindar dari bahaya.
"Tiap tahun biar bersih, setiap setahun sekali dimandikan. Ini tradisi setiap tahun. Harapannya negara aman, usahanya lancar," kata Heri.
