Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Inilah Peternakan Spesialis Penghasil Kuda Pacuan Juara

Penulis : Masdain Rifai - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Feb - 2018, 02:19

Placeholder
Peternakan kuda pacuan di Pikatan yang dikelola Nuri (Foto : M.Rifai/ BlitarTIMES)

Sebuah peternakan kuda di Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, mungkin terdengar kurang familiar bagi warga Blitar. Wonodadi letaknya memang agak jauh dari pusat Kota Kanigoro, ibukota Kabupaten Blitar, namun siapa sangka dari sinilah terlahir kuda-kuda pacuan bibit unggul

Peternakan tersebut dikelola oleh Nuri. Ia bekerja di tempat itu sejak tahun 2001. Dedikasinya yang tinggi terhadap pekerjaan ini membuat ia dipercaya oleh sang pemilik peternakan kuda. Kuda-kuda itu disewakan untuk pacuan. Berkat kerja keras dan tangan dingin bapak tiga anak ini, banyak dari kuda-kuda itu yang jadi juara.

Ditemui di rumahnya di Desa Pikatan, Rabu (31/1/2018), pria asal Pasuruan itu mengatakan bahwa beternak kuda pacuan pada dasarnya bukan semata-mata karena motif mencari keuntungan finansial tapi juga kesenangan atau hobi. Kini Nuri merawat 10 ekor kuda pacuan yang dirawatnya sejak kuda itu berusia 6 bulan. Di usia itu, kata dia, seekor anak kuda mulai bisa dipisahkan dari induk yang menyusuinya.

"Saya diberi amanat untuk merawat kuda sejak kuda masih anakan, sekitar kuda umur 7 bulan. Karena bukan sembarang orang bisa merawat kuda. Kalau sedikit saja ada kelalaian maka kuda bisa mati atau gagal dalam berpacu. Ya karena itu merawat kuda bukan perkara mudah,” kata Nuri kepada BlitarTIMES.

Menurut Nuri, tiap kuda pacuan diberi nama oleh pemiliknya. Di Desa Pikatan, kuda pacuan sekarang tidak memandang jenis kelamin, asal bisa lari kencang itulah kuda yang mendapat predikat terbaik dan harganya mahal. "Tidak ada bedanya kuda betina atau jantan yang lebih cepat, tergantung dari perawatannya," ujarnya.

Salah satu kuda ternak Nuri kini berusia dua tahun, yang bernama Stelion setiap kompetisi maraih juara, baik tingkat kabupaten maupun tingkat nasional. Waktu bertanding di Pikatan, Stelion menjadi juara I dengan hadiah senilai Rp 5 juta. Ketika berlomba di arena pacuan kuda Pasuruan, beberapa waktu lalu Stelion meraih juara I dan mendapatkan hadiah senilai Rp. 8 juta.

Dari hadiah-hadiah kemenangan lomba pacuan inilah peternak kuda memperoleh penghasilan tambahan. Untuk mengikuti lomba, pemilik kuda pacuan dikenakan biaya senilai 7%-15% dari total hadiah yang diberikan. Namun bukan itu yang terpenting dari Nuri. "Saya bangga apabila kuda saya menang bukan soal hadiahnya, tetapi saya telah berhasil merawat kuda dengan baik," terangnya.

Lanjut dia, harga kuda pacuan yang unggul bisa mencapai ratusan juta rupiah. Semakin tenar namanya, semakin mahal harganya. Ketenaran itu diperoleh lewat seringnya meraih kejuaraan dalam lomba pacuan kuda. Begitu pula harga anakan dari indukan yang unggul bahkan hanya dengan usia 7 bulan harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut dia, biaya pengawinan itu bisa mencapai Rp 25 juta. Biasanya kuda jantan cukup tiga kali mengawini betinanya untuk berhasil membuahi sel telur betina. Jadi ada juga peternak yang bisnisnya menawarkan jasa pengawinan kuda jantan unggulan.

"Dalam mempertahankan kebugaran, kuda pacuan juga perlu diberi vitamin, makan biji-bijian, beras merah, selipan jagung, gandum dicampur madu dan susu. Lebih-lebih menjelang perlombaan, stamina kuda pacuan harus dipertahankan dengan perawatan yang ketat,” bebernya.

Dijelaskan, biaya perawatan kuda pacuan tidak murah. Untuk menjaga kesehatan kuda agar tetap prima, pemilik perlu memberinya makanan berkualitas. Di samping menyediakan rerumputan, pemilik perlu memberinya pakan kuda yang diproduksi pabrik, sebulan bisa menghabiskan sekitar Rp 500 ribu. Bahkan seharipun pada kuda tertentu bisa menghabiskan biaya Rp 200 ribu.

“Kuda pacuan, tak ubahnya atlet pelari atau pemain bola, perlu berlatih fisik dan teknik secara rutin. Dalam berlatih, kuda pacuan juga perlu pelatih. Latihan itu bisa berupa berlari di lapangan, maupun berjalan-jalan saja yang penting rutin dalam berlatih serta benar dalam merawat,” pungkasnya.(*)


Topik

Peristiwa berita-blitar Kuda-Pacuan-Juara



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Masdain Rifai

Editor

Sri Kurnia Mahiruni