Pengamat ekonomi Universitas Brawijaya Dias Satria, PhD menilai adanya kue kekinian artis ibukota yang merambah Malang Raya adalah sinyal agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Malang lebih inovatif.
Doktor lulusan University Adelaide Australia itu malah menganggap baik adanya kue kekinian artis di Malang Raya. Dias berdalih era sekarang adalah era persaingan. Tidak hanya pada ranah kuliner, semua bidang usaha bersaing ketat memperebutkan pasar.
Dari kacamata Dias, kue kekinian yang dimotori sejumlah artis tanah air sebut saja Teuku Wisnu dan penyanyi Anang Hermansyah tidak lantas mematikan UMKM di Malang.
"Kalau menurut saya, malah ini bagus agar produk oleh-oleh khas Malang oleh UMKM itu bisa lebih inovatif. Kan dari dulu kemasannya itu-itu saja, dengan adanya kue artis ini menurut saya malah mereka harusnya tertantang untuk kreatif," ujar Dias kala dihubungi pada Sabtu (2/9/2017).
Dias beranggapan bahwa produk oleh-oleh khas Malang yang diproduksi oleh UMKM di Malang kurang berkembang. Inovasi kata Dias, penting agar produk oleh-oleh khas Malang yang sudah lama dikenal tetap bertahan.
Tanpa menyinggung salah satu produk oleh-oleh khas Malang, Dias berpendapat dari sisi kemasan produk tidak banyak ada perubahan. Pun halnya strategi pemasaran yang cenderung tidak berkembang.
Oleh sebab itu, produk oleh-oleh khas Malang yang diproduksi UMKM menurut Dias justru terbantu dengan adanya toko kue kekinian para artis ibukota di Malang.
"Yang saya tahu produk UMKM juga dijual di toko kue artis-artis itu. Jadi kan ini hal yang saya rasa juga bantu UMKM dari segi marketing," imbuh pria yang juga dosen Universitas Brawijaya itu.
Lebih lanjut, Dias menjelaskan apabila pemerintah Malang Raya agaknya harus belajar dari Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi memfasilitasi pelaku usaha dalam konstruksi e-commerce bernama 'Banyuwangi Mall'. Setidaknya ada sekitar 45 UMKM lokal Banyuwangi yang bergabung dalam program pemerintah itu.
"Pemerintah Malang saya rasa juga sudah melakukan strategi untuk mewadahi UMKM misalnya dengan mendirikan pusat oleh-oleh yang menampung UMKM dan menggadakan festival UMKM. Dan memang ini juga bisa jadi cara pemasaran agar produk mereka tetap bertahan," pungkasnya. (*)
