Siklon Tropis Senyar Dekati Aceh: BMKG Keluarkan Peringatan Waspada

Reporter

Mutmainah J

27 - Nov - 2025, 02:55

Ilustrasi langit hitam akibat cuaca ekstrem. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat akan hadirnya fenomena cuaca ekstrem yang dipicu oleh kemunculan Siklon Tropis Senyar. Siklon ini pada 26 November terpantau bergerak ke arah barat mendekati daratan Aceh, membuat sejumlah wilayah di Sumatra bagian utara berada dalam status waspada.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa keberadaan siklon tersebut meningkatkan suplai uap air dari perairan hangat Selat Malaka, sehingga memicu terbentuknya awan-awan hujan tebal di wilayah utara Sumatra. Saat ini, pusat siklon berada di sekitar 5.0° LU dan 98.0° BT, dengan tekanan minimum sekitar 998 hPa serta kecepatan angin maksimum mencapai 43 knot atau sekitar 80 km/jam.

Baca Juga : Masuki Musim Hujan, Jasamarga Lakukan Penguatan Tebing di KM 51+600 B Ruas Gempol-Pandaan

“Dalam 48 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar diperkirakan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis,” ujar Faisal melalui laman resmi BMKG, Kamis (27/11/2025).

Melihat perubahan cuaca yang cukup drastis ini, wajar jika banyak orang bertanya-tanya apa penyebabnya. Untuk memahaminya, kita perlu mengenal lebih dulu apa sebenarnya Siklon Tropis Senyar dan bagaimana fenomena ini bisa terbentuk.

Apa Itu Siklon Tropis Senyar?

Senyar berawal dari pertumbuhan Bibit Siklon 95B yang berada di kawasan Selat Malaka, tepatnya di timur Aceh. Meskipun terbentuk dekat wilayah ekuator tempat yang secara umum kurang mendukung pembentukan siklon fenomena ini tetap berhasil berkembang menjadi siklon tropis.

Menurut penjelasan Research Center for Climate Change Universitas Negeri Padang, kejadian ini termasuk jarang karena siklon tropis membutuhkan posisi minimal lima derajat lintang dari khatulistiwa agar gaya Coriolis cukup kuat untuk membentuk putaran. Menariknya, Senyar muncul tepat di ambang batas tersebut, yakni di 5.0° LU, sehingga rotasinya masih dapat berkembang.

Kondisi atmosfer akhir November juga sangat mendukung. Suhu permukaan laut di Selat Malaka yang hangat menyediakan energi besar bagi terbentuknya awan konvektif. Ditambah lagi dengan kelembapan udara yang tinggi dan pola angin yang relatif stabil, bibit 95B pun tumbuh menjadi siklon tropis yang lengkap.

Dampak Perubahan Iklim

Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai sinyal bahwa perubahan iklim global mulai memengaruhi pola cuaca tropis secara signifikan. Pemanasan laut global dapat memperluas wilayah pembentukan siklon hingga ke area yang selama ini dianggap aman.

“Fenomena seperti ini mengingatkan kita bahwa pola cuaca di kawasan tropis kini semakin dinamis. Pemanasan laut global diduga berperan dalam memperluas area pertumbuhan siklon hingga mendekati lintang yang biasanya dianggap aman,” tulis lembaga riset tersebut.

Indonesia, yang sebagian besar berada di dekat garis ekuator, kini tidak bisa lagi sepenuhnya merasa aman dari ancaman siklon tropis.

Wilayah yang Perlu Waspada

BMKG memperingatkan bahwa beberapa wilayah di Sumatra berpotensi mengalami dampak cuaca ekstrem dalam 2–3 hari ke depan. Daerah-daerah tersebut meliputi:

1. Hujan Sangat Lebat hingga Ekstrem

• Aceh

• Sumatra Utara

2. Hujan Sedang–Lebat

• Riau

• Sumatra Barat

• Kepulauan Riau

3. Angin Kencang

Berpotensi terjadi di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau.

4. Gelombang Tinggi

Baca Juga : Libur Sekolah Akhir Tahun Dimulai 22 Desember, Berikut Jadwalnya Tiap Daerah!  

Gelombang sedang (1.25–2.5 m): Selat Malaka bagian tengah, Perairan Sumut, Perairan Rokan Hilir

Gelombang tinggi (2.5–4.0 m): Selat Malaka bagian utara, Perairan Aceh, Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias

BMKG memastikan akan terus memantau kondisi atmosfer melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta dan mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi agar terhindar dari risiko yang mungkin ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini.