Kisah Abdullah bin Ummi Maktum, Sahabat Buta yang Dapat Teguran Lembut dalam Surah Abasa
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Nurlayla Ratri
27 - Aug - 2025, 12:24
JATIMTIMES - Nama Abdullah bin Ummi Maktum barangkali tak sepopuler sahabat Nabi Muhammad SAW lainnya. Namun, kisah hidupnya justru memberi pelajaran besar tentang keikhlasan, cinta pada agama, dan penghargaan Allah kepada hamba yang tulus. Lelaki asal Makkah ini lahir dalam kondisi buta sejak kecil. Tidak banyak catatan mengenai dirinya sebelum Islam datang, sampai akhirnya ia dikenal lewat peristiwa turunnya Surah Abasa.
Pada masa awal dakwah, Rasulullah Muhammad SAW kerap menggelar majelis ilmu secara sembunyi-sembunyi di rumah sahabatnya, Ibnu al-Arqam. Dari kaum miskin hingga para saudagar datang bergiliran untuk mendengar ajaran Islam. Abdullah bin Ummi Maktum adalah salah satunya. Ia datang diam-diam, hanya ingin mendengar lantunan ayat Al-Qur’an yang disampaikan Nabi.
Baca Juga : Motif Marmer Kombinasi Emas 50x50, Tren Keramik Baru yang Hadir di Graha Bangunan Blitar
Dalam catatan Abdul Hamid as-Suhaibani (2015), Ibnu Ummi Maktum merasakan ketenangan luar biasa setiap kali mendengar firman Allah. Hidayah itu membuatnya menjadi salah satu Muslim awal, bahkan sebelum dakwah Nabi dilakukan secara terbuka.
Namun, situasi Makkah kian tak ramah bagi pemeluk Islam. Tekanan Quraisy semakin keras, hingga Allah memerintahkan Rasulullah untuk berhijrah. Abdullah bin Ummi Maktum bersama keluarga kecilnya pun ikut hijrah ke Yastrib yang kelak dikenal sebagai Madinah. Di kota baru itu, ia lebih sering disebut dengan nama Abdullah bin Qais.
Kesetiaannya pada Nabi begitu besar. Ia mencintai Rasulullah lebih dari dirinya sendiri. Namanya benar-benar menonjol setelah peristiwa yang terekam dalam Surah Abasa ayat 1-4.
Menurut riwayat Ibnu Katsir, suatu hari Rasulullah tengah berbincang dengan seorang pembesar Quraisy. Saat itulah Ibnu Ummi Maktum datang dan bertanya tentang Islam. Tak menyadari situasi yang berlangsung, ia terus mengulang pertanyaannya. Rasulullah sempat menampakkan wajah masam karena ingin melanjutkan percakapan dengan sang tokoh Quraisy.
"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah engkau, barangkali dia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia ingin mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu bermanfaat baginya?" (QS. Abasa: 1–4).
Baca Juga : Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Bertunangan dan Umumkan Akan Menikah, Trump Ikut Berkomentar
Ayat ini bukan saja teguran lembut bagi Rasulullah, tetapi juga pengingat bagi umat Islam sepanjang zaman: jangan pernah meremehkan siapa pun yang datang mencari kebenaran.
Kisah Abdullah bin Ummi Maktum menegaskan, nilai manusia tidak diukur dari rupa fisik atau status sosial, melainkan dari ketulusan hati dalam mencari cahaya Allah.
