Gelar Tradisi Methik Pari, Bentuk Syukur Petani di Desa Tugu Rejotangan Jelang Panen
Reporter
Anang Basso
Editor
A Yahya
05 - Aug - 2025, 07:58
JATIMTIMES - Petani di Desa Tugu, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, menggelar tradisi methik pari. Tradisi methik pari adalah sebuah istilah yang digunakan oleh suatu masyakat daerah yang akan memanen padi miliknya.
Methik atau petik pari ini adalah sebuah tradisi yang dilakukan seorang masyarakat yang hendak melakukan panen padi.
"Tradisi ini sudah mejadi tradisi turun temurun dari nenek moyang kami," kata Didik Purna Nugroho, Kepala Desa Tugu, Selasa (5/8/2025).
Methik pari di Desa Tugu, seperti juga di wilayah lain dilakukan beberapa hari sebelum panen akan tiba.
Bukan hanya turun ke sawah, petani sebelum melakukan methik pari juga menyiapkan ritual selametan dengan memasak menu kenduri untuk dibawa ke sawah.
"Untuk serangkaian acara pada tasyakuran padi dibacakan do'a bersama yang dipimpin oleh salah satu sesepuh adat," ujarnya.
Selamatan ini adalah bentuk syukur karena diberikan rezeki berupa panen setelah petani menanam dan merawat padi miliknya.
"Selamatan juga dimaksudkan memohon pada Tuhan agar diberikan kelancaran, keselamatan dan musim mendatang bebas dari serangan hama dan hasil panen lebih memuaskan," tuturnya
Baca Juga : Run Seokjin EP Tour Siap Guncang O2 Arena London: Konser Dimulai Rabu 6 Agustus 2025
Desa Tugu sendiri dapat dikategorikan sebagai desa mandiri dan swasembada pangan. Warga yang mayoritas petani di Desa Tugu, hasil panennya mampu menopang kebutuhan bahan pokok berupa beras.
Meski pengolahan dan cara bertani di Desa Tugu semakin modern, menurut Kades Didik, tradisi yang ada tetap dilestarikan termasuk methik pari ini.
"Kita berharap budaya yang luhur ini tetap dilestarikan meskipun cara bertani kita menyesuaikan dengan tekhnologi yang berkembang," tandasnya.
