Doa Pengusir Jin yang Diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
29 - Jul - 2025, 07:41
JATIMTIMES - Gangguan jin atau makhluk halus dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal baru bagi sebagian masyarakat. Tak sedikit yang mengaku mengalami kejadian mistis, baik di rumah, kantor, atau tempat-tempat tertentu.
Gangguan jin bisa muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari kesurupan, rasa gelisah yang tidak wajar, malas beribadah, bicara tidak terkontrol, sakit yang tidak diketahui sebabnya, hingga berbagai perilaku aneh lainnya.
Baca Juga : 5 Contoh Proposal Kegiatan 17 Agustus untuk RT, Sekolah, hingga Karang Taruna
Dalam kondisi seperti itu, upaya mengusir jin sering kali dilakukan dengan membaca ayat-ayat Al-Quran atau doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Namun, dalam beberapa kasus, bacaan tersebut tidak langsung memberikan efek. Hal ini ternyata juga pernah dialami Nabi Muhammad SAW saat menghadapi gangguan jin Ifrit.
Diriwayatkan oleh Ibnu Mas‘ud, pada suatu malam, yang disebut sebagai malam jin atau dalam pendapat lain malam isra mi’raj, Nabi SAW didatangi oleh jin Ifrit. Jin tersebut membawa obor api dan tampak mendekati beliau dengan niat jahat. Rasulullah SAW lantas membaca ayat-ayat suci Al-Quran, namun jin tersebut tetap tidak mundur bahkan makin mendekat.
Melihat situasi tersebut, malaikat Jibril menawarkan bantuan kepada Nabi SAW. Ia berkata, "Maukah jika aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang jika engkau membacanya, maka jin itu akan tersungkur dan obornya akan padam?" (HR. Malik, an-Nasa’i, ath-Thabrani, dan lainnya).
Nabi SAW menerima tawaran tersebut. Setelah Jibril mengajarkan kalimat doa itu dan Rasulullah SAW membacanya, jin Ifrit langsung jatuh tersungkur dan obor yang dibawanya padam.
Berikut doa yang diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengusir jin:
أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ، مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ
A‘ûdzu biwajhillâhil karîm, wabikalimâtillâhit-tâmmâtil-latî lâ yujâwizuhunnâ barrun wa fâjirun, min syarri mâ yanzilu minas-samâ’i, wa min syarri ma ya‘ruju fîhâ, wa min syarri mâ dzara’a fil-ardhi, wa min syarri ma yakhruju minhâ, wa min syarri fitanil-laili wan-nahâri, wa min syarri thawâriqil-laili, wa min syarri kulli thârikin illâ thâriqan yathruqu bikhairin, yâ rahmân.
Baca Juga : Jadi Bencana Nasional, Pertamina Prediksi Krisis BBM di Jember Teratasi Dalam 7 Hari
Artinya:
"Aku berlindung kepada Allah dengan wajah-Nya Yang Maha Mulia dan dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak bisa dilewati oleh orang baik maupun orang jahat. Aku memohon perlindungan dari keburukan yang turun dari langit dan yang naik ke langit, dari keburukan apa pun yang Dia ciptakan di bumi dan yang keluar darinya, dari keburukan fitnah siang dan malam, dari keburukan makhluk yang datang malam hari, dan dari semua makhluk yang datang kecuali yang datang membawa kebaikan, wahai Dzat Yang Maha Pengasih."
Doa tersebut merupakan bentuk perlindungan yang diajarkan langsung oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Dalam praktiknya, doa ini bisa diamalkan oleh siapa pun, terutama saat merasa tidak nyaman atau terganggu oleh hal-hal gaib yang sulit dijelaskan secara logis.
Tak hanya digunakan untuk perlindungan diri, doa ini juga bisa dibaca saat masuk ke tempat yang dikenal angker, menjelang tidur, atau ketika merasakan suasana mencekam yang diyakini sebagai gangguan makhluk tak kasat mata.
Selain membaca doa tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir, menjaga wudu, serta membaca ayat-ayat pelindung seperti Ayat Kursi, surat Al-Falaq, dan An-Naas. Rutin membaca dzikir pagi dan petang juga sangat dianjurkan agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Gangguan makhluk halus memang menjadi hal yang tidak bisa dinalar oleh logika semata. Namun dalam ajaran Islam, segala bentuk perlindungan sudah tersedia melalui Al-Qur’an dan hadits. Tinggal bagaimana umat Islam mau mempelajari dan mengamalkannya. Semoga informasi ini bermanfaat.
