Petasan Meledak saat Tabrakan, Pemuda Pengendara Tewas di TKP

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

26 - Mar - 2025, 09:09

Polisi melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan yang menewaskan santri diduga membawa petasan di Talun, Blitar.

JATIMTIMES – Ledakan misterius menggemparkan warga sekitar perlintasan sebidang Pasirharjo, Talun, Kabupaten Blitar, Selasa malam (25/3/2025) malam. Seorang pemuda berinisial AA (19), asal Ponorogo, tewas mengenaskan usai mengalami kecelakaan tunggal. Tak hanya itu, dentuman keras yang menyusul tabrakan tersebut diduga berasal dari petasan yang dibawa korban.

Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, mengungkapkan bahwa insiden maut itu bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor melaju dari arah timur ke barat. Sesampainya di simpang empat perlintasan sebidang, laju kendaraannya bertabrakan dengan sepeda ontel yang melintas dari selatan ke utara.

Baca Juga : Pemeran Live Bugil Meringkuk di Polres Blitar Kota Bersama 38 Tersangka Operasi Pekat Semeru 2025

"Setelah benturan terjadi, korban terseret beberapa meter. Tidak lama berselang, terdengar ledakan keras yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi," ujar Arif.

Petugas yang datang ke lokasi kejadian dibuat tercengang dengan temuan mencurigakan. Di sekitar jasad korban, ditemukan sisa bubuk mesiu yang menempel di tubuhnya. Selain itu, beberapa kembang api serta selongsong kertas yang diduga sebagai sumber ledakan juga ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

"Korban mengalami luka parah, terutama di bagian perut, yang diduga akibat ledakan tersebut," tambah Arif.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait jenis petasan yang meledak dan bagaimana korban membawanya saat berkendara. Dugaan sementara, petasan yang dibawa dalam jumlah besar itu ikut terpicu akibat benturan keras saat kecelakaan.

Peristiwa ini semakin memilukan lantaran korban diketahui merupakan seorang santri dari salah satu pondok pesantren di Kabupaten Blitar.

Baca Juga : Sehari 2 Insiden Pohon Tumbang Terjadi di Singosari, Pemotor hingga Kurir Paket Jadi Korban

"Kami masih mendalami apakah petasan tersebut memang dibawa untuk keperluan tertentu atau ada faktor lain yang menyebabkan kejadian ini," pungkas Arif.

Tragedi ini menjadi peringatan keras akan bahaya membawa bahan peledak saat berkendara. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak bermain petasan secara sembarangan, terutama menjelang bulan Ramadan yang sering diwarnai dengan maraknya penggunaan kembang api dan petasan.

Kasus ini terus didalami oleh pihak berwajib, sementara jenazah korban telah dievakuasi untuk keperluan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya.