Benarkah Olahraga Saat Perut Kosong Seperti Puasa Lebih Efektif untuk Bakar Lemak? Begini Kata Dokter Tirta
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
17 - Mar - 2025, 07:41
JATIMTIMES - Olahraga menjadi salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam menurunkan berat badan di samping dengan pengaturan pola makan seimbang. Meski berpuasa, olahraga tetap dianjurkan dilakukan saat bulan Ramadan.
Berbicara mengenai olahraga, ada asumsi yang beredar di masyarakat bahwa olahraga dengan kondisi perut kosong lebih efektif dalam membakar lemak dalam tubuh. Benarkah demikian? Berikut kata Dokter Tirta.
Baca Juga : Benarkah Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah? Begini Fakta Sebenarnya
Fakta Olahraga dalam Perut Kosong
Dalam video yang diunggahnya di akun TikTok dr.Tirta, hal tersebut bergantung dengan jenis olahraga yang akan dilakukan oleh orang tersebut. Jika orang tersebut melakukan olahraga dengan intensitas ringan yakni di zona dua hal tertentu tidak menjadi masalah.
Olahraga zona dua adalah olahraga yang dilakukan dengan intensitas sedang dan nyaman, di mana detak jantung berada pada 60–70 persen dari detak jantung maksimal. Contoh olahraga zona 2 adalah: Lari santai, Bersepeda santai, Jalan santai.
“Bisa iya, bisa enggak. Kalau olahraganya dilakukan dalam kacamata intensitas ringan di zona dua atau zona aerobik maka tubuh cenderung menggunakan fat (lemak) sebagai bahan bakar,” kata dr.Tirta, dikutip Senin (17/3/2025).
Namun hal ini akan berbanding terbalik jika Anda melakukan olahraga di zona 4. Jika Anda berolahraga dalam kondisi perut kosong dan melakukan olahraga di zona 4 dengan mem-push olahraga tersebut, maka Anda akan collaps. Olahraga zona 4 adalah jenis olahraga yang dilakukan dalam pace yang cepat dan hampir tidak nyaman dengan napas yang kuat. Dimana detak jantung berada pada kisaran 80-90 persen dari denyut jantung maksimal.
“Tapi kalau kita melakukan olahraga di zona 4 tubuh butuh gula dalam otot untuk dibakar. Jadi kalau kamu tidak makan, tidak ada pre work out meal sama sekali, dan kamu nge-push, kamu collaps karena tubuh kehilangan bahan bakar untuk zona threshold. Jadi kalau kamu tidak PWO atau tida memakan, makanan PWO kamu melakukan olahraga di zona dua heart ratemu, dan zona 2 heart rate orang itu beda-beda,” kata dokter Tirta.
Secara keseluruhan, olahraga dengan perut kosong memang bisa membantu memaksimalkan pembakaran lemak, tetapi hanya jika dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai dengan kapasitas tubuh. Setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap olahraga di perut kosong, sehingga penting untuk menyesuaikan intensitas dan jenis olahraga dengan kondisi tubuh dan tujuan kebugaran.
Dengan penjelasan dari Dokter Tirta, kita bisa memahami bahwa kunci utama dalam olahraga dengan perut kosong adalah memilih intensitas yang tepat. Jika dilakukan dengan bijak, olahraga pagi dengan perut kosong bisa menjadi cara efektif untuk membakar lemak dan meningkatkan kebugaran tubuh.
