BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Universitas Brawijaya, Buka Kesempatan Kuliah bagi Anak Ahli Waris
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Nurlayla Ratri
21 - Aug - 2026, 07:22
JATIMTIMES – Perlindungan pekerja tidak berhenti ketika santunan dibayarkan. BPJS Ketenagakerjaan memperluas manfaat jaminan sosial hingga menyentuh masa depan keluarga pekerja melalui kolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB).
Kerja sama tersebut membuka kesempatan bagi anak atau ahli waris penerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti jalur afirmasi penerimaan mahasiswa baru UB. Peserta tetap harus memenuhi persyaratan serta mengikuti proses seleksi akademik yang berlaku di perguruan tinggi tersebut.
Baca Juga : UIN Malang Gandeng ICDeC, Perkuat SDM di Tengah Kebutuhan Teknologi Semikonduktor
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya memastikan keluarga pekerja tetap memiliki kesempatan membangun masa depan setelah menghadapi risiko sosial ekonomi.
“Bagi kami, manfaat jaminan sosial tidak boleh berhenti ketika diterima oleh ahli waris. Kami ingin manfaat tersebut menjadi jalan bagi keluarga pekerja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang lebih baik,” kata Saiful.
Kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dan UB tidak hanya menyentuh bidang pendidikan. Kolaborasi juga diarahkan pada pengabdian kepada masyarakat serta pemberdayaan ekonomi melalui program pembinaan dan inkubasi bisnis yang dimiliki universitas.
Salah satunya dapat disinergikan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA). Program ini mengusung konsep 3P, yakni pelatihan, produktif, dan profit. Penerima manfaat tidak sekadar memperoleh pelatihan, tetapi didorong mengembangkan usaha hingga menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.
Rektor Universitas Brawijaya Widodo menilai kerja sama tersebut sejalan dengan upaya perguruan tinggi memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
“BPJS Ketenagakerjaan tidak sekadar memberikan proteksi, tetapi juga memberikan manfaat untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. Kalau kita bersinergi dengan program-program pembinaan yang ada di UB, tentu akan bagus sekali,” ujar Widodo.
Mahasiswa Jadi Penggerak Literasi Jaminan Sosial

Kolaborasi tersebut juga masuk ke lingkungan akademik. Saat penerimaan mahasiswa baru UB di Malang, Senin (10/8/2026), Saiful berbagi wawasan mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial sebelum generasi muda memasuki dunia kerja.
Menurut dia, calon pekerja setidaknya perlu memperhatikan legalitas dan kredibilitas perusahaan, kejelasan perjanjian kerja, serta kepesertaan dalam program jaminan sosial.
“Ketika nanti masuk ke dunia kerja, jangan hanya bertanya berapa gajinya. Tanyakan juga apa fasilitas atau benefit yang diterima dan apakah ada perlindungan BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Baca Juga : Komisi E DPRD Jatim Apresiasi Rencana Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS
Literasi tersebut diharapkan dapat diteruskan mahasiswa ketika terjun ke masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN). Interaksi dengan petani, pedagang, pelaku usaha hingga pekerja informal dinilai menjadi ruang strategis untuk memperluas pemahaman tentang pentingnya perlindungan ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kediri Suriyadi mengatakan kerja sama dengan UB memperlihatkan bahwa manfaat jaminan sosial dapat menghasilkan dampak jangka panjang bagi keluarga pekerja.
“Perlindungan jaminan sosial tidak hanya berbicara mengenai manfaat yang diterima ketika risiko terjadi, tetapi juga bagaimana manfaat tersebut dapat membantu keluarga pekerja tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan kehidupan dan merencanakan masa depan,” ujar Suriyadi.
Menurut Suriyadi, kesempatan pendidikan bagi anak atau ahli waris menjadi wujud keberlanjutan perlindungan bagi keluarga pekerja. Manfaat jaminan sosial diharapkan tidak berhenti ketika risiko terjadi, tetapi turut membuka jalan menuju kemandirian dan masa depan yang lebih baik.
“Melalui semangat Value Beyond Protection, kami ingin keluarga pekerja tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan, membangun kemandirian, dan menata masa depan,” pungkas Suriyadi.
