Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah Jadi Perhatian, ASN Diberi Fleksibilitas pada Hari Pertama Masuk Sekolah
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
12 - Jul - 2026, 10:12
JATIMTIMES - Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 yang jatuh pada Senin, 13 Juli 2026, bukan hanya menjadi momen penting bagi para siswa. Pemerintah juga mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih besar melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS).
Gerakan ini mulai digaungkan di sejumlah daerah sebagai bentuk penguatan peran ayah dalam pengasuhan. Kehadiran ayah saat mengantar anak ke sekolah diyakini dapat memberikan rasa aman, menumbuhkan kepercayaan diri, serta membuat anak lebih siap menjalani hari pertamanya di lingkungan belajar.
Baca Juga : Sebelum Kembali ke Sekolah, 5 Wisata Jatim yang Wajib Dikunjungi Bersama Keluarga
Bagi sebagian anak, hari pertama sekolah bisa menjadi momen yang penuh antusiasme sekaligus rasa cemas. Ada yang tidak sabar bertemu teman baru, tetapi ada pula yang masih membutuhkan dukungan saat beradaptasi dengan suasana sekolah, guru, maupun lingkungan baru.
Dalam kondisi tersebut, kehadiran ayah yang mengantar anak ke sekolah dapat menjadi dukungan emosional yang berarti. Hal sederhana seperti menemani perjalanan, memberikan semangat, atau mengantarkan hingga gerbang sekolah dapat membantu anak merasa lebih tenang dan percaya diri sebelum memulai aktivitas belajar.
Meski demikian, bukan berarti anak yang tidak diantar ayah atau orang tua akan mengalami kesulitan. Setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda. Banyak anak tetap mampu beradaptasi dengan baik karena mendapat dukungan dari ibu, anggota keluarga lain, maupun karena sudah terbiasa lebih mandiri.
Karena itu, Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) bukan dimaknai sebagai kewajiban, melainkan ajakan untuk memanfaatkan momen hari pertama sekolah sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada anak.
Ajakan untuk menghadirkan peran ayah dalam hari pertama sekolah tersebut mulai diterapkan oleh sejumlah daerah. Salah satunya Pemerintah Kota Tangerang yang telah mengeluarkan imbauan resmi melalui Surat Edaran (SE) Nomor 15310 Tahun 2026.
Melalui surat edaran tersebut, seluruh keluarga diimbau memanfaatkan hari pertama sekolah sebagai momen untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak.
Pemerintah Kota Tangerang menilai keterlibatan ayah dalam mengantar anak ke sekolah bukan sekadar aktivitas seremonial, tetapi juga bentuk dukungan emosional yang dapat membantu anak beradaptasi dengan lingkungan belajar, terutama bagi mereka yang baru memasuki jenjang pendidikan baru.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengatakan Wali Kota Tangerang Sachrudin mengajak seluruh keluarga menjadikan hari pertama sekolah sebagai momentum kebersamaan.
"Dengan ini, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengajak seluruh keluarga di Kota Tangerang untuk menjadikan momen hari pertama sekolah sebagai kesempatan mempererat hubungan antara orang tua dan anak," ujar Ruta Ireng Wicaksono, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Tangerang, dikutip Minggu (12/7/2026).
Selain mempererat hubungan keluarga, momen tersebut juga diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan pihak sekolah. Dengan adanya keterlibatan keluarga sejak awal tahun ajaran, proses pendampingan pendidikan anak diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Baca Juga : SD Negeri Kekurangan Murid, Wacana Merger Sekolah di Kota Malang Kembali Muncul
Tak hanya pemerintah daerah, dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari pemerintah pusat. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengimbau seluruh instansi pemerintah memberikan fleksibilitas kepada aparatur sipil negara (ASN) yang ingin mengantar anak pada hari pertama sekolah.
Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Menteri PANRB Nomor B/257/M.KT.02/2026. Kebijakan ini diharapkan memberi ruang bagi ASN untuk mendampingi anak tanpa mengganggu pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Rini menegaskan fleksibilitas kerja bukan berarti mengurangi tanggung jawab sebagai pelayan publik. Sebaliknya, kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.
"Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan," kata Rini Widyantini, dikutip dari laman resmi Kementerian PANRB, dikutip Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, pengaturan fleksibilitas kerja harus tetap mengedepankan profesionalisme, produktivitas, serta kualitas pelayanan publik. Setiap instansi tetap diminta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik meski memberikan ruang bagi ASN untuk mendampingi keluarga.
Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) sendiri diharapkan tidak hanya menjadi agenda pada hari pertama masuk sekolah, tetapi juga menjadi awal meningkatnya keterlibatan ayah dalam proses tumbuh kembang dan pendidikan anak.
Dukungan sederhana seperti mengantar anak ke sekolah dinilai mampu membangun kedekatan emosional sekaligus memberikan semangat bagi anak untuk memulai tahun ajaran baru dengan lebih percaya diri. Lebih dari sekadar perjalanan menuju sekolah, momen tersebut menjadi kesempatan bagi orang tua untuk menunjukkan bahwa mereka hadir dalam setiap tahap penting kehidupan anak.
