Yakuza Maneges Segel 3 Ponpes Usai Pengasuh Diduga Lecehkan Santriwati di Malang, Sempat Hendak Dibakar Warga
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Dede Nana
14 - Jun - 2026, 12:35
JATIMTIMES - Yakuza Maneges menyegel tiga pondok pesantren (ponpes) yang ada di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (13/6/2026) malam. Penyegelan dilakukan usai pengasuhnya dilaporkan ke Polres Malang atas dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwatinya.
Dari pantauan JatimTIMES, penyegelan yang dilakukan oleh Yakuza Maneges yang berlangsung sejak sekitar pukul 21.00 WIB tersebut, juga turut melibatkan warga setempat hingga sejumlah pihak terkait. Sebelum disegel, para santriwati yang ada di ponpes tersebut juga telah dipulangkan kepada wali mereka masing-masing.
Baca Juga : Makam Wanita di Jombang Dibongkar Polisi, Ada Dugaan Mati Tidak Wajar
Proses penyegelan tersebut terpantau berlangsung dengan kondusif. Di mana, kondisi pada ketiga ponpes tersebut juga telah kosong serta tidak nampak adanya aktivitas kegiatan pondok pesantren.
Penyegelan dilakukan dengan turut memasang banner di depan bangunan ponpes. Di mana, pada banner tersebut terpampang tulisan: PONDOK PESANTREN INI DISEGEL/DITUTUP YAKUZA MANEGES (atas dukungan warga).
Sebagaimana yang telah disampaikan di awal, diutarakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yakuza Maneges Rizki Bagus, penyegelan dilakukan menyusul adanya pelaporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengasuh dari ketiga ponpes tersebut.
"Kami sudah koordinasi dengan warga sekitar dan mereka mendukung. Berdasarkan dari cerita warga itu sudah beberapa tahun yang lalu sempat ada kejadian yang hari ini dilaporkan ke Polres Malang. (Kejadian dugaan pelecehan seksual, red) oleh oknum pengasuhnya sejak beberapa tahun yang lalu," ujarnya saat ditemui JatimTIMES.
Dari hasil koordinasi dan informasi yang diperoleh Yakuza Maneges, dugaan pelecehan seksual yang terjadi selama bertahun-tahun tersebut sempat membuat warga setempat geram. Hingga akhirnya muncul isu bahwa ponpes tersebut hendak di bakar oleh warga.
"Dari warga itu dulu sempat ada isu mau dibakar karena kejadian-kejadian seperti ini (dugaan pelecehan seksual, red) berulang-kali," ujarnya.
Alhasil, warga pada akhirnya setuju jika ponpes tersebut disegel oleh Yakuza Maneges. Tujuannya salah satunya agar oknum pengasuh ponpes tersebut tidak terus-menerus melakukan dugaan pelecehan seksual sehingga korbannya tidak terus bertambah.
"Maka dari itu, karena ketegasan dan dukungan dari warga, kami akhirnya melangkah ke kepolisian dengan korban-korbannya juga. Dengan adanya kejadian-kejadian seperti itu, untuk sementara kami segel dulu supaya nanti ada pembenahan dari pondok ini," tegasnya.
Sebelum dilakukan penyegelan, disampaikan Rizki, para santri dari ketiga ponpes yang diasuh oleh terduga pelaku pelecehan seksual tersebut semuanya telah dipulangkan. "Kalau putri, kami kemarin mengulik info ada sekitar 27 santriwati yang di pondok ini, kurang lebih segitu," tuturnya.
Perlu diketahui, perkiraan jumlah santriwati sekitar 27 orang tersebut ialah yang berada di satu ponpes. Sedangkan ponpes yang diasuh oleh terduga pelaku pelecehan seksual tersebut total ada tiga ponpes. Sehingga diperkirakan jumlah santrinya ada lebih dari 27 orang.
"Informasinya tidak hanya satu tempat ini, ada tiga pondok. Tapi masih satu lokasi, satu desa, berdekatan," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Yakuza Maneges merupakan komunitas sosial-spiritual yang didirikan oleh Gus Thuba. Sejak di deklarasikan pada awal Mei 2026, organisasi Yakuza Maneges juga aktif pada beragam kegiatan.
Pada salah satu kegiatannya, Yakuza Maneges juga turut memberikan pendampingan pada beberapa kasus dugaan pelecehan seksual. Termasuk yang dialami oleh para santriwati di lingkungan pondok pesantren.
Sementara itu, sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual yang berujung pada penyegelan tersebut telah dilaporkan oleh para terduga korban pada Sabtu (13/6/2026). Pelaporan yang dilakukan oleh pihak para korban tersebut juga turut mendapatkan pendampingan dari Yakuza Maneges.
Pendiri komunitas sosial-spiritual Yakuza Maneges yakni Gus Thuba juga nampak hadir ke Polres Malang untuk mendampingi para terduga korban pelecehan seksual tersebut. Gus Thuba juga nampak hadir pada saat penyegelan tiga ponpes tersebut berlangsung.
Hingga saat ini, kasus dugaan pelecehan seksual oknum pengasuh ponpes terhadap santrinya tersebut sedang dalam penanganan pihak kepolisian. Yakni sedang dalam proses penyelidikan oleh Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polres Malang.
Di sisi lain, terduga pelaku pelecehan juga nampak turut di bawa ke Kantor Satres PPA-PPO Polres Malang pada Sabtu (13/6/2026). Terduga pelaku pelecehan seksual terhadap para santriwati tersebut merupakan seorang oknum pengasuh ponpes di Kecamatan Bululawang. Yakni yang berinisial T.
Sementara jumlah korban yang terdata ada sekitar tiga hingga empat orang santriwati. Para korban sebagian masih santri aktif dan mirisnya ada yang masih berusia di bawah umur.
