Mengapa Hari Raya Waisak Selalu Diperingati Saat Bulan Purnama? Ini Penjelasannya

30 - May - 2026, 03:19

Ilustrasi Waisak. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Perayaan Hari Raya Waisak selalu memiliki keterkaitan erat dengan kemunculan bulan purnama. Setiap tahun, umat Buddha di berbagai negara memperingati Waisak ketika bulan mencapai fase purnama penuh, meskipun tanggalnya dalam kalender Masehi terus berubah.

Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin menimbulkan pertanyaan: mengapa Waisak selalu dirayakan saat bulan purnama?

Baca Juga : Fenomena Blue Moon 31 Mei 2026 Bisa Disaksikan dari Indonesia, Ini Penjelasan dan Waktu Terbaik Melihatnya

Jawabannya berkaitan dengan sejarah kehidupan Buddha Gautama serta sistem penanggalan yang digunakan dalam tradisi Buddhis.

Hubungan Waisak dengan Bulan Purnama

Hari Raya Waisak ditentukan berdasarkan kalender lunar atau kalender bulan. Karena mengikuti siklus peredaran bulan, tanggal perayaan Waisak dalam kalender Masehi tidak selalu sama setiap tahunnya dan biasanya jatuh antara bulan Mei hingga Juni.

Dalam tradisi Buddhis, bulan purnama memiliki makna yang sangat penting. Umat Buddha meyakini bahwa tiga peristiwa paling bersejarah dalam kehidupan Siddharta Gautama terjadi pada saat bulan purnama di bulan Vesakha.

Tiga peristiwa suci tersebut dikenal sebagai Tri Suci Waisak, yaitu:

• Kelahiran Pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini.

• Pencapaian Penerangan Agung atau Bodhi yang menjadikannya Buddha.

• Parinibbana atau wafatnya Buddha Gautama di Kusinara.

Karena ketiga peristiwa tersebut dipercaya terjadi pada waktu yang sama, bulan purnama kemudian menjadi simbol kesucian, kebijaksanaan, dan pencerahan dalam ajaran Buddha.

Makna Bulan Purnama bagi Umat Buddha

Selain memiliki nilai historis, bulan purnama juga mengandung makna spiritual yang mendalam. Cahaya bulan yang bersinar penuh dianggap melambangkan terang kebijaksanaan yang mampu menghilangkan kegelapan batin.

Fase bulan purnama juga sering dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan meditasi, refleksi diri, serta memperkuat praktik spiritual. Oleh karena itu, momen Waisak tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.

Jadwal Waisak 2026

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 106 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan Vesakha Sananda 2570 BE.

Pada tahun 2026, Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE diperingati pada:

• Hari/Tanggal: Minggu, 31 Mei 2026

• Detik-detik Waisak: Pukul 15.44.44 WIB

• Lokasi utama: Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah

Perayaan tahun ini mengangkat tema "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia" yang menekankan pentingnya nilai spiritual, kepedulian sosial, dan kontribusi umat dalam menciptakan kehidupan yang harmonis.

Direktur Jenderal Bimas Buddha, Supriyadi, menyampaikan bahwa Waisak diharapkan tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mengamalkan ajaran Buddha dalam kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian Kegiatan Waisak 2026

Menjelang puncak perayaan, berbagai kegiatan keagamaan dan sosial digelar di sejumlah daerah. Kegiatan tersebut antara lain:

• Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD).

• Pembacaan Paritta dan pelaksanaan Atthasila.

• Gerakan kebersihan rumah ibadah.

• Kampanye 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

• Pembuatan Eco Enzyme.

• Tradisi Fang Shen atau pelepasan makhluk hidup.

• Donor darah dan layanan pengobatan gratis.

• Santunan bagi anak yatim.

• Karya bakti di Taman Makam Pahlawan.

• Perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur.

Jadwal Perayaan Waisak Nasional 2026

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian perayaan Waisak Nasional di kawasan Borobudur, berikut agenda penting yang telah dijadwalkan:

• 3 Mei 2026

Karya bakti serentak di Taman Makam Pahlawan.

• 23–24 Mei 2026

Bakti sosial dan layanan pengobatan gratis untuk masyarakat.

• 29 Mei 2026

Prosesi pengambilan Api Dharma di Mrapen, Kabupaten Grobogan.

• 30 Mei 2026

Prosesi pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung.

• 31 Mei 2026

Kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur serta pelaksanaan Detik-detik Waisak 2570 BE.

Perayaan Waisak tahun ini bertepatan dengan periode libur panjang akhir Mei hingga awal Juni. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan jumlah wisatawan dan umat yang datang ke kawasan Borobudur untuk mengikuti berbagai kegiatan spiritual, termasuk tradisi Thudong yang menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga : Kalender Hijriah Juni 2026, Lengkap dengan Jadwal Puasa Sunnah dan Tanggal Tahun Baru Islam 1448 H

Selain menjadi momen keagamaan yang sakral, Waisak juga menghadirkan pesan universal tentang perdamaian, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tema Waisak 2026 yang mengajak masyarakat menjaga harmoni di tengah kehidupan yang semakin beragam.