20 Wilayah Terpanas di Indonesia, Jawa Timur Masuk Daftar?
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
30 - May - 2026, 01:30
JATIMTIMES - Cuaca panas masih terasa di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan mencatat suhu maksimum harian di beberapa wilayah mencapai lebih dari 36 derajat Celsius.
Menariknya, Jawa Timur yang selama ini kerap masuk daftar daerah dengan suhu tertinggi justru tidak muncul dalam 20 besar wilayah terpanas versi BMKG untuk periode pengamatan 29 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 30 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.
Baca Juga : Cuaca Jawa Timur 30 Mei 2026: Bebas Hujan di Seluruh Wilayah
Padahal sejumlah daerah di Jatim seperti Surabaya, Madiun, Magetan, hingga Bojonegoro sering mencatat suhu udara yang cukup tinggi saat musim kemarau maupun masa peralihan musim.
Berdasarkan data BMKG, posisi puncak wilayah dengan suhu maksimum tertinggi ditempati Stasiun Geofisika Deli Serdang, Sumatera Utara.
Dalam periode pengamatan tersebut, suhu maksimum di wilayah itu mencapai 36,4 derajat Celsius.
Posisi kedua ditempati Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, dengan suhu maksimum 36,2 derajat Celsius.
Dominasi wilayah Sumatera terlihat cukup kuat dalam daftar kali ini. Selain Deli Serdang dan Pekanbaru, sejumlah stasiun BMKG di Aceh, Sumatera Selatan, Lampung hingga Bangka Belitung juga masuk dalam daftar 20 besar.
Sementara dari Pulau Jawa, hanya beberapa wilayah yang tercatat, seperti Kertajati di Jawa Barat dan Banten dengan suhu maksimum berkisar 34,1 hingga 34,2 derajat Celsius.
Daftar 20 Wilayah Terpanas di Indonesia Versi BMKG
Berikut daftar stasiun pengamatan BMKG dengan suhu maksimum tertinggi periode 29-30 Mei 2026:
1. Stasiun Geofisika Deli Serdang – 36,4°C
2. Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II – 36,2°C
3. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I – 35,4°C
4. Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda – 35,4°C
5. Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak – 35,1°C
6. Stasiun Meteorologi Depati Amir – 34,8°C
7. Stasiun Meteorologi Pangsuma – 34,6°C
8. Stasiun Klimatologi Aceh – 34,6°C
9. Stasiun Geofisika Lampung Utara – 34,6°C
10. Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri – 34,4°C
11. Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II – 34,2°C
12. Stasiun Meteorologi Kertajati – 34,2°C
13. Stasiun Meteorologi H. As. Hanandjoeddin – 34,2°C
14. Stasiun Klimatologi Sumatera Utara – 34,2°C
15. Stasiun Meteorologi Budiarto – 34,2°C
16. Stasiun Klimatologi Banten – 34,1°C
17. Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno – 34,0°C
18. Stasiun Meteorologi Nangapinoh – 34,0°C
19. Stasiun Meteorologi Paloh – 34,0°C
20. Taman Alat Digital Staklim Sumsel – 34,0°C

Suhu maksimum harian di seluruh wilayah Indonesia. (Foto: BMKG Juanda)
Mengapa Jawa Timur Tidak Masuk 20 Besar?
Absennya Jawa Timur dari daftar tersebut bukan berarti cuaca di provinsi ini sedang sejuk. Namun dalam 24 jam terakhir, suhu maksimum yang tercatat di berbagai wilayah Jatim masih berada di bawah catatan suhu daerah-daerah yang masuk peringkat 20 besar nasional.
Selain itu, sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir juga masih dipengaruhi pertumbuhan awan hujan pada siang hingga sore hari. Kondisi ini membantu menekan kenaikan suhu maksimum dibandingkan daerah lain yang cuacanya lebih kering.
Baca Juga : Kodrat Jatim Siapkan Atlet Menuju Porprov dan PON, Seni Gerak Jadi Fokus Pembinaan
BMKG Juanda sendiri sebelumnya memprakirakan sebagian wilayah Jawa Timur masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada siang dan sore hari, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi seperti Kabupaten Malang, Kota Batu, Magetan, Ngawi, Bondowoso, serta Probolinggo.
Meski tidak masuk daftar wilayah terpanas nasional, masyarakat Jawa Timur tetap diimbau mewaspadai cuaca panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Suhu udara di beberapa daerah Jatim masih berada pada kisaran 30 hingga 34 derajat Celsius. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko dehidrasi apabila tubuh kekurangan cairan.
Karena itu, masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas berat saat matahari sedang terik, serta menggunakan pelindung seperti topi, payung, atau tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan.
Di tengah cuaca yang masih berubah-ubah pada masa peralihan musim, warga juga diminta terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing. Semoga informasi ini membantu ya.
