Anak Bupati Riau Disebut Positif karena Hirup Asap Ganja, Memangnya Bisa Terjadi?
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
29 - May - 2026, 06:49
JATIMTIMES - Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menyeret dua selebgram berinisial SA dan AF di Pekanbaru, Riau, tengah menjadi sorotan. Salah satu yang ramai diperbincangkan ialah penjelasan bahwa AF, yang disebut merupakan anak seorang bupati di Riau, dinyatakan positif ganja karena terpapar asap ganja dari orang lain.
Lalu, apakah seseorang memang bisa positif narkoba hanya karena menghirup asap ganja di sekitarnya?
Baca Juga : Bupati Sanusi Pimpin Subuh Keliling di Dampit, Serahkan Bantuan Hibah Rp 20 juta untuk Masjid Al-Aziz
Kasus ini bermula saat aparat kepolisian menggelar razia di sebuah tempat hiburan malam di Pekanbaru pada Minggu (24/5/2026) dini hari. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan total 13 orang.
"Petugas kemudian mengamankan total sebanyak 13 orang," ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru Kombes Pol Muharman Artha, dikutip dari Antara, Jumat (29/5/2026).
Seluruh orang yang diamankan kemudian menjalani tes urine di rumah sakit. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan positif mengandung zat terkait narkotika maupun bahan adiktif lainnya.
Mereka yang diamankan masing-masing berinisial KS (32), RR (22), GSA (23), TT (28), AF (21), MAY (24), FTR (22), IMF (22), MA (23), NR (23), SAP (22), SA (23), dan ALS (23).
Kepala BNN Pekanbaru Kombes Pol Wawan menjelaskan, SA diketahui juga mengonsumsi alkohol selain zat terlarang lainnya. Sementara AF dinyatakan positif etomidate dan ganja.
Menurut hasil pemeriksaan awal, kandungan ganja pada AF diduga berasal dari paparan asap ganja di lokasi tersebut, bukan karena mengisap secara langsung.
BNN menyebut dua orang lain sempat mengisap ganja di toilet. Saat itu AF disebut masuk ke ruangan dan ikut terpapar asapnya.
Benarkah Asap Ganja Bisa Membuat Tes Positif?
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidak menggunakan ganja tetap berpotensi menyerap zat THC hanya karena menghirup asap ganja di lingkungan sekitar.
Salah satu penelitian yang sering dijadikan rujukan berjudul Non-Smoker Exposure to Secondhand Cannabis Smoke. I. Urine Screening and Confirmation Results yang dilakukan Edward J. Cone bersama sejumlah peneliti lain.
Penelitian tersebut mencoba menguji apakah orang yang tidak merokok ganja bisa tetap memiliki kandungan THC di tubuhnya akibat menjadi perokok pasif.
Dalam penelitian itu, enam pengguna ganja diminta merokok di ruangan tertutup bersama enam peserta lain yang tidak merokok sama sekali.
Percobaan dilakukan dalam tiga sesi berbeda. Pada dua sesi awal, ruangan dibuat tanpa ventilasi sehingga asap berkumpul di dalam ruangan. Sedangkan sesi ketiga menggunakan ventilasi agar sirkulasi udara berjalan lebih baik.
Hasilnya, tubuh non-perokok ternyata tetap bisa menyerap THC hanya dari paparan asap di sekitar mereka.
Baca Juga : Cek Tibo Weton Kamu, Ada yang Bawa Rezeki Melimpah hingga Jabatan Mentereng
Bahkan, dalam kondisi ekstrem seperti ruangan sempit yang tertutup dan dipenuhi asap ganja, beberapa peserta non-perokok sempat menunjukkan hasil tes urine positif.
Meski demikian, penelitian tersebut juga menegaskan bahwa kondisi itu tergolong tidak umum.
Hasil positif biasanya hanya muncul beberapa jam setelah paparan dan terjadi bila seseorang berada cukup lama di ruangan tertutup dengan asap ganja yang sangat pekat.
Ketika ventilasi ruangan berfungsi baik, kadar THC pada peserta non-perokok turun drastis dan hampir tidak ditemukan hasil positif.
CDC: Asap Ganja Juga Mengandung THC
Lembaga kesehatan masyarakat Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), juga menyebut asap ganja mengandung THC, yakni zat psikoaktif utama yang menyebabkan efek “high” pada pengguna.
THC tersebut dapat terhirup oleh orang di sekitar, termasuk anak-anak dan bayi, meski mereka tidak menggunakan ganja secara langsung.
CDC menyebut beberapa penelitian menemukan bahwa perokok pasif ganja dapat mengalami efek psikoaktif ringan akibat menghirup asap di sekitarnya.
Meski begitu, lembaga tersebut menegaskan penelitian soal dampak asap ganja terhadap perokok pasif masih terus dikembangkan dan membutuhkan kajian lanjutan.
