Cegah Barang Terlarang Masuk, Rutan Gresik Gelar Razia Gabungan

26 - May - 2026, 02:41

Petugas gabungan saat melakukan razia besar-besaran di Rutan Kelas IIB Gresik, Senin 25 Mei 2026 malam.

JATIMTIMES – Rutan Kelas IIB Gresik bersama aparat penegak hukum (APH) menggelar razia gabungan besar-besaran, Senin malam (25/5/2026). Langkah ini deteksi dini sekaligus memastikan tidak ada barang terlarang yang beredar di dalam lingkungan rutan.

Razia yang dimulai pukul 19.00 WIB itu dipimpin Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Ruspriyatno. Kegiatan melibatkan petugas Rutan Gresik, personel Polsek Cerme, dan Koramil Cerme.

Baca Juga : Pembongkaran Bangunan Lapak Pedagang di Simpang Empat Patih Kota Batu Mulai Dilakukan Bertahap

Sebelum penggeledahan dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan. Dalam arahannya, Ruspriyatno meminta petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh namun tetap humanis.

"Pastikan seluruh area diperiksa dengan teliti agar potensi gangguan keamanan dan ketertiban bisa dicegah sejak dini," tegas Ruspriyanto.

Petugas kemudian dibagi menjadi tiga tim untuk menyisir sejumlah kamar hunian yang menjadi target razia, yakni Blok B1 bawah, Blok D2 bawah, hingga Blok Wanita 1. Pemeriksaan meliputi penggeledahan badan warga binaan, pengecekan kamar, serta pemeriksaan barang-barang pribadi penghuni rutan.

Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, menegaskan razia gabungan tersebut merupakan bentuk komitmen memperkuat keamanan dan menutup celah masuknya barang terlarang ke dalam rutan.

"Razia ini menjadi langkah nyata memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum sekaligus memastikan kondisi rutan tetap aman dan kondusif. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan handphone maupun obat-obatan terlarang," ujarnya.

Baca Juga : Polres Situbondo Gagalkan Peredaran 7 Ribu Pil Trex, Seorang Pengedar Diamankan

Menurut Eko, razia gabungan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari penguatan pengawasan dan deteksi dini gangguan kamtib di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan pelibatan aparat kepolisian dan TNI, Rutan Gresik berharap pengawasan keamanan semakin maksimal sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan tertib dan kondusif.