Penjualan Kambing Kurban Anjlok, Disnaskeswan Lamongan Cek Kesehatan
Reporter
Defit Budiamsyah
Editor
Dede Nana
26 - May - 2026, 08:29
JATIMTIMES - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, tingkat penjualan kambing anjlok. Hal ini dikatakan sejumlah pedagang hewan kurban di Lamongan yang mengaku baru bisa menjual belasan ekor kambing.
"Penjualan menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi gak tahu kalau besok (H-1). Karena ramai-ramainya biasanya belakangan," kata Liga Saputro, di tempat jualan kambingnya di Jalan Raya Tambakboyo, Kecamatan Tikung, Lamongan, Senin (25/5/2026).
Baca Juga : Khawatir Beli Hewan Kurban Berpenyakit, Ini Saran Dispangtan Kota Malang
Saat ini, masih menurut Liga Saputro, masih tiga belas ekor yang laku. "Termasuk yang dirumah juga sudah kejual," lanjutnya.
Senada, juga disampaikan Turkan, pedagang kambing di Jalan Sunan Drajat Lamongan yang mengatakan bahwa penurunan tersebut kemungkinan karena faktor ekonomi. "Kelihatannya memang menurun. Mungkin saja karena kondisinya saat ini sedang gak punya," ungkapnya.
Sementara untuk memastikan kesehatan serta kondisi hewan benar-benar layak untuk diperjualbelikan, disembelih dan nantinya dikonsumsi masyarakat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan melakukan monitoring ke sejumlah lapak penjual hewan kurban.
Kepala Disnakeswan Lamongan, Sofiah Nur Hayati mengungkapkan bahwa monitoring dilakukan serentak di seluruh kecamatan bagi lapak yang sudah diberi izin. "Dari puskeswan sudah berjalan semua untuk pemeriksaan lapak yang sudah dapat izin. Tujuanya untuk memastikan kondisi hewan," ujarnya.
Baca Juga : Sri Untari DPRD Jatim Tutup Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi, Dorong Calon Pekerja Manfaatkan Soft Skill
Setelah diperiksa menyeluruh kondisi kesehatan kambing dan kandang, Disnakeswan kemudian memberi surat keterangan sehat sebagai rujukan bagi para pembeli. "H-3 semua kambing dalam kondisi baik, ada tadi ditemukan sakit flu, kita sarankan tidak dijual dulu dan dilakukan perawatan," urainya.
