Pembinaan Olahraga Usia Muda, KONI Banyuwangi Gandeng KONI Jatim dan Unesa Surabaya  

Reporter

Nurhadi Joyo

Editor

Dede Nana

21 - May - 2026, 07:04

Suasana pelatihan pelatih olahraga usia muda di Ruang Rapat KONI Banyuwangi (Foto; Nurhadi Banyuwangi Times)

JATIMTIMES - Dalam upaya meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga khususnya atlet usia muda, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banyuwangi terus melakukan inovasi dan terobosan salahsatunya dengan menjalin kerja sama dengan KONI Jawa Timur (Jatim) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan menggelar program Pelatihan Pelatih Atlet Usia Muda di Ruang Rapat KONI Banyuwangi Kamis (21/5/2026).

Menurut Ketua KONI Banyuwangi Ahmad Khairullah, acara tersebut diikuti lebih dari 50 peserta yang merupakan pelatih cabang olahraga (Cabor) dan para pegiat olahraga di Banyuwangi.

Baca Juga : Kunjungi Polrestabes dan Pengadilan Negeri, Empat Pimpinan Dewan Surabaya Sepakat Soal Ini 

Adapun salah satu tujuan pelatihan yang digelar adalah dalam rangka memberikan bekal penerapan ilmu keolahragaan (sport science) yang baik dan benar dalam program pembinaan atlet usia dini.

"Sehingga pola pelatihan tidak salah arah ketika pelatih sudah dibekali teknik pelatihan yang baik dan benar," ujar Khairullah.

Sementara salah seorang pemateri pelatihan  dari Unesa Surabaya Prof Dr Nur Kholis MPd, mengungkapkan dalam acara pelatihan pihaknya lebih banyak menjelaskan teknis upaya meningkatkan prestasi para atlet karena pesertanya dari cabor.

" Apabila peserta mampu mengimplementasikan di lapangan tidak menutup kemungkinan Banyuwangi mampu berprestasi minimal dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim," ujar Prof Nur Kholis.

Bahkan pria kelahiran Kecamatan Gambiran Banyuwangi tersebut menilai kota di ujung timur Pulau Jawa ini dalam sejarah perjalanan olahraga Indonesia  tercatat mampu menyumbang atlet di tingkat nasional bahkan level internasional.

Baca Juga : Kunjungi Polrestabes dan Pengadilan Negeri, Empat Pimpinan Dewan Surabaya Sepakat Soal Ini 

"Kalau melihat sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada Banyuwangi sangat memungkinkan untuk itu," imbuh Nur Kholis.

Dia menuturkan program yang dilaksanakan tidak hanya sebatas dengan pelatihan tetapi berkelanjutan. Ke depan ada pendampingan dan monitoring evaluasi (Monev)."Sehingga ujungnya program yang dilaksanakan bisa memberikan dampak bagi pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga di Banyuwangi," pungkasnya.