Harga Sapi di Magetan Mulai Melejit Jelang Iduladha, Disnakkan Ungkap Stok Kurban 2026 Jauh Lampaui Prediksi
Reporter
Basworowati Prasetyo Nugraheni
Editor
A Yahya
13 - May - 2026, 03:48
JATIMTIMES – Menjelang Iduladha 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan memastikan ketersediaan hewan kurban bagi masyarakat dalam kondisi aman. Meskipun secara statistik populasi ternak mengalami penurunan akibat dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), stok yang tersedia saat ini jauh melampaui prediksi kebutuhan pemotongan.
Kepala Disnakkan Magetan, drh. Nur Haryani, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan potensi ternak di 14 kecamatan. Berdasarkan data tersebut, stok sapi yang siap untuk kurban mencapai angka 10.000 ekor. Angka ini dinilai sangat mencukupi jika berkaca pada realisasi pemotongan tahun 2025 yang berada di angka 3.000-an ekor.
Baca Juga : Viral! 38 Dokter RSUD Siak Tak Cair TPP-nya hingga 6 Bulan, Diduga Tak Ada Anggaran
"Kecukupan insya Allah cukup. Meski populasi kita turun, tapi untuk memenuhi kebutuhan kurban stoknya tersedia. Sapi potensi kita masih di angka 10 ribu, kambing 14 ribu, dan domba ada 10 ribu ekor," ungkap drh. Nur Haryani.
Penurunan populasi ternak di Magetan memang menjadi perhatian serius. Berdasarkan data terbaru, populasi sapi saat ini berada di angka 89.369 ekor, atau mengalami penurunan sekitar 4,5% hingga 8,9% dibandingkan periode tahun lalu.
Menurut Nur Haryani, penurunan ini dipicu oleh sisa dampak wabah PMK yang menyebabkan adanya ternak yang mati, sakit, hingga dijual oleh peternak. "Situasi penyakit kemarin membuat kekhawatiran tinggi. Ada peternak yang berhenti dulu, ada juga yang memilih beralih dari sapi ke kambing atau domba," tambahnya.
Untuk menjamin kualitas hewan kurban, para medik dan petugas lapangan Disnakkan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di titik-titik kumpul ternak dan pasar hewan. Fokus pemeriksaan meliputi kelayakan umur serta kondisi fisik ternak agar sesuai dengan syarat sah kurban.
Terkait upaya pencegahan penyakit, vaksinasi PMK terus berjalan secara intensif. Dari total alokasi 15.000 dosis vaksin dari provinsi, saat ini realisasinya telah mencapai angka 9.000 dosis.
Baca Juga : Peremajaan Halte Kota Batu Molor, Dishub Tunggu Anggaran Perubahan Tahun 2026
"Petugas kita di lapangan memiliki tugas ganda, selain melakukan vaksinasi, mereka juga melakukan pemeriksaan kesehatan ternak untuk persiapan kurban. Meskipun cakupan target belum sepenuhnya terpenuhi karena populasi sapi saja mencapai 69 ribu ekor, kami berharap ada tambahan dropping vaksin lagi," jelas drh. Nur Haryani.
Momen Idul Adha tahun ini juga membawa dampak positif bagi para peternak lokal di Magetan. Berdasarkan tinjauan langsung dipasar menunjukkan mulai adanya kenaikan harga, terutama pada komoditas sapi dan kambing. Kenaikan ini dinilai sebagai momentum bagi peternak untuk memperbaiki pendapatan setelah sempat terpukul wabah.
"Alhamdulillah, PMK terkendali. Tadi sidak di pasar juga aman. Kenaikan harga ini diharapkan bisa mengangkat kesejahteraan teman-teman peternak kita," pungkasnya.
