Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
A Yahya
11 - May - 2026, 04:29
JATIMTIMES - Ratusan siswa diduga mengalami keracunan massal usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini terjadi di sejumlah sekolah di wilayah Kelurahan Tembok Dukuh, Surabaya, Senin (11/5/2026). Hingga siang hari, jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan dilaporkan mencapai hampir 200 anak.
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani mengatakan, data korban masih terus diperbarui karena laporan dari sekolah masih berdatangan. “Kalau dari data yang kami dapat sementara ini, karena memang datanya masih belum fix ya, masih ada laporan, ada yang masih kita hitung ulang. Sejauh ini hampir 200 siswa,” kata Tyas kepada wartawan.
Baca Juga : Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Jual Beli Mobil Lintas Daerah, Korban Transfer Ratusan Juta Rupiah
Menurutnya, siswa terdampak berasal dari sekitar 12 sekolah yang menerima distribusi makanan dari dapur umum atau SPPG yang sama. Sekolah tersebut terdiri dari jenjang TK, SD hingga SMP. “Itu ada SD, ada TK, ada SMP. Jadi random,” bebernya.
Gejala yang paling banyak dialami para siswa yakni mual, muntah dan pusing setelah mengonsumsi makanan MBG. Sebagian besar siswa mengalami kondisi ringan, namun tetap harus mendapat penanganan medis. “Gejalanya mual muntah kebanyakan. Pusing, mual, muntah setelah makan makanan dari MBG,” ujarnya.
Dari total siswa terdampak, sekitar 100 anak dirujuk ke RS IBI Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara siswa lain ditangani langsung di sekolah maupun di Puskesmas Tembok Dukuh. “Ada yang kami datangi di sekolah karena gejalanya masih ringan, masih memungkinkan kita tangani di tempat. Ada juga yang datang ke puskesmas,” beber Tyas.
Meski jumlah korban cukup banyak, pihak puskesmas memastikan belum ada siswa yang harus menjalani rawat inap. “Belum ada rawat inap, semuanya hampir alhamdulillah gejalanya ringan. Banyak juga yang sudah pulang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr Billy Daniel Messakh membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Tim Dinkes Surabaya langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan serta pendataan di lokasi. “Sudah turun tim Dinkes. Masih dalam observasi,” katanya.
Pantauan di Puskesmas Tembok Dukuh, antrean pasien membludak sejak siang hari. Area pelayanan dipenuhi siswa dan orang tua yang datang untuk pemeriksaan. Sejumlah walimurid mengaku panik setelah anak mereka mengalami muntah berulang usai menyantap makanan MBG.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Bangga Tren Keterserapan Lulusan SMK Terus Meningkat, 91,46 Persen
Lia, salah satu wali murid SD Tembok Dukuh 4 mengatakan anaknya mengalami muntah hingga lima kali setelah makan siang dari program tersebut. “Ini tadi sudah 5 kali muntah,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih diselidiki. Pihak Puskesmas bersama Dinkes Surabaya telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium BBLK.
Terpisah dikonfirmasi mengenai masalah ini Wagub Jatim Emil Dardak meminta waktu untuk kroscek. "Dinkes lagi ngecek bagaimana pertama penanganan dan situasinya. Jadi mohon waktu, hari ini juga kami akan berikan informasi yang terbaru terkait hal ini," ujarnya.
Menurut dia lewenangan pemberian sanksi tentu dilakukan secara kolektif. Terutama melalui BGN secara internal. "Data persisnya ini tentu kita juga lebih eloknya akan didiskusi oleh BGN sebagai pihak yang menerapkan sanksi tersebut. Nanti dibahas khusus ya, kita fokus sama insiden yang terjadi di Surabaya hari ini dulu ya," imbuhnya.
