Dispendukcapil Kota Blitar Jemput Bola ke Sekolah, Rekam KTP-elektroik Pemula Dikebut Tuntas 2026
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
28 - Apr - 2026, 06:44
JATIMTIMES – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar mulai mengakselerasi perekaman KTP elektronik bagi pemula dengan pola jemput bola ke sekolah-sekolah. Program ini menyasar siswa berusia 16 tahun agar saat memasuki usia wajib KTP pada 17 tahun, dokumen kependudukan dapat segera dicetak tanpa harus menunggu proses perekaman ulang dari awal.
Langkah proaktif tersebut kini mulai dijalankan di seluruh SMA dan SMK di wilayah Kota Blitar. Tim Dispendukcapil turun langsung ke sekolah sesuai jadwal yang telah disepakati bersama pihak sekolah agar layanan berjalan efektif dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga : SPMB 2026, DPRD Jatim Tekankan Pentingnya Kanalisasi Siswa Berprestasi dari Keluarga Prasejahtera
Kepala Dispendukcapil Kota Blitar Wahyudi Eko Surono mengatakan, strategi jemput bola menjadi bagian dari percepatan pelayanan administrasi kependudukan sekaligus memudahkan pelajar memperoleh hak identitas resmi sejak dini.
“Jemput bola perekaman KTP elektronik di sekolah sudah dimulai. Kami menjaring siswa-siswa yang sudah waktunya melakukan perekaman. Jadi untuk anak-anak usia 16 tahun, ketika nanti genap 17 tahun tinggal mencetak KTP-nya,” ujar Wahyudi, Selasa (28/4/2026).
Menurut dia, pola pelayanan langsung ke sekolah dipilih karena lebih efisien dan mampu menjangkau calon wajib KTP dalam jumlah besar secara serentak. Selain memudahkan siswa, cara ini juga mengurangi antrean pelayanan di kantor Dispendukcapil.
“Kami keliling ke sekolahan-sekolahan untuk merekam adik-adik di SMA dan SMK. Semua sekolah di wilayah Kota Blitar kami datangi,” katanya.
Sasar 1.071 Pelajar dari 25 Sekolah
Berdasarkan data target mobiling perekaman KTP-el pemula tahun 2026, Dispendukcapil Kota Blitar membidik total 1.071 siswa dari 25 sekolah negeri maupun swasta. Rinciannya terdiri atas 573 laki-laki dan 498 perempuan.
Beberapa sekolah dengan jumlah sasaran tertinggi antara lain SMKN 1 Blitar sebanyak 201 siswa, SMAN 1 Blitar 117 siswa, SMAN 2 Blitar 113 siswa, SMAN 4 Blitar 108 siswa, serta SMAN 3 Blitar sebanyak 98 siswa.
Selain itu, layanan juga menjangkau madrasah aliyah, sekolah swasta, hingga sekolah yang memiliki peserta didik penyandang disabilitas. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkot Blitar dalam memastikan pelayanan administrasi kependudukan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali.
Wahyudi menegaskan, identitas kependudukan merupakan dokumen dasar yang dibutuhkan generasi muda untuk mengakses berbagai layanan publik, pendidikan, perbankan, hingga kebutuhan kerja di masa mendatang.
Bisa Foto Ulang Saat Usia 17 Tahun
Dispendukcapil juga memberi ruang bagi pelajar yang ingin memperbarui foto ketika genap berusia 17 tahun. Setelah perekaman awal dilakukan di sekolah, siswa akan diundang kembali untuk proses penyempurnaan data bila diperlukan.
“Ketika nanti mereka usia 17 tahun, akan kami undang lagi. Bisa dilakukan foto lagi kalau anak-anak tidak puas dengan fotonya. Jadi kami layani foto ulang untuk yang merasa kurang pas,” kata Wahyudi.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi bentuk pelayanan humanis yang memberi kenyamanan bagi generasi muda sebagai pemohon layanan administrasi kependudukan.
Baca Juga : Darurat Pekerja Anak, Komisi E DPRD Jatim Desak Penanganan Terintegrasi
Tak hanya KTP-el fisik, Dispendukcapil juga menyiapkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi para pemula. Dengan demikian, setelah KTP diterbitkan, siswa dapat langsung memiliki identitas digital yang tersimpan di gawai.
“Untuk IKD itu langsung. Begitu mendapatkan KTP, langsung kami aktivasi Identitas Kependudukan Digital-nya,” ujarnya.

Target Rampung Lebih Cepat
Secara resmi, program perekaman KTP-el pemula ini ditargetkan selesai pada akhir 2026. Namun melihat progres di lapangan, Dispendukcapil optimistis pekerjaan dapat dituntaskan lebih cepat.
“Targetnya akhir tahun 2026, tapi kami perkirakan akhir Juni atau Juli 2026 sudah selesai,” kata Wahyudi.
Optimisme itu didukung kesiapan tim lapangan, peralatan perekaman mobile, serta koordinasi aktif dengan sekolah-sekolah. Sebelum turun ke lokasi, Dispendukcapil terlebih dahulu mengirim surat dan menyusun jadwal bersama pihak sekolah.
“Tim kami bersurat ke sekolah-sekolah. Sekolah menentukan waktu yang tepat, jadi kami menyesuaikan. Kalau tidak koordinasi, saat tim datang bisa saja anak-anak tidak ada atau sedang ada kegiatan sehingga tidak efektif,” jelasnya.
Wujud Pelayanan Dekat dan Cepat
Program jemput bola perekaman KTP-el pemula menjadi salah satu gambaran transformasi pelayanan publik di Kota Blitar. Pemerintah tidak lagi menunggu warga datang, melainkan hadir langsung mendekatkan layanan ke masyarakat.
Dengan model pelayanan cepat, terencana, dan menyentuh kebutuhan generasi muda, Pemkot Blitar menunjukkan komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang responsif serta modern.
Melalui percepatan ini, ribuan pelajar Kota Blitar dipastikan lebih siap memasuki usia dewasa dengan dokumen kependudukan lengkap di tangan. Sebuah langkah kecil yang memberi dampak besar bagi tertib administrasi dan masa depan generasi muda.
