Tren Book Charm Makin Populer, Aksesori Tas Berbentuk Buku Mini Jadi Fashion Statement Gen Z 2026

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

02 - Apr - 2026, 11:09

Book charm digantungkan pada tas. (Foto: Instagram Coach)

JATIMTIMES - Menggabungkan dunia literasi dan fesyen, brand ternama Coach menghadirkan inovasi unik lewat kampanye Spring/Summer 2026 bertajuk Explore Your Story, dengan memperkenalkan bag charm berbentuk buku mini yang tak hanya estetik, tetapi juga bisa dibaca menjadikan aksesori tas sebagai simbol ekspresi diri yang kian diminati generasi muda.

Aksesori tambahan buku mini bukan sekadar ornamen, melainkan dirancang menyerupai buku sungguhan. Setiap book charm memiliki halaman yang bisa dibuka dan dibaca, lengkap dengan teks di dalamnya.

Baca Juga : Viral! Aksi Diduga Warga Buka Paksa Portal Bendungan Lahor hingga Gratiskan Pengendara  

Total terdapat 12 judul buku mini yang dihadirkan dalam koleksi ini, yang masing-masing membawa cerita tersendiri sebagai representasi identitas dan ekspresi personal penggunanya.

Chief Marketing Officer Coach, Joon Silverstein, mengatakan bahwa konsep ini lahir dari fenomena sosial yang berkembang beberapa tahun terakhir. Ia menilai bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, banyak orang mulai mencari ruang untuk melambat melalui aktivitas membaca.

“Di dunia yang dipenuhi distraksi digital dan ritme hidup yang semakin cepat, banyak orang melihat buku sebagai ruang untuk berhenti sejenak, refleksi diri, dan menemukan rasa keterhubungan,” kata Joon Silverstein.

Ia menambahkan bahwa kampanye ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada nilai emosional yang ingin dibangun. “Kami ingin menciptakan sesuatu yang lebih dari sekadar aksesori. Book charm ini adalah simbol cerita pribadi tentang siapa Anda, apa yang Anda sukai, dan bagaimana Anda ingin mengekspresikan diri,” tambahnya.

Peluncuran koleksi ini juga dinilai selaras dengan meningkatnya tren membaca di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z. Komunitas digital seperti BookTok dan BookTube berperan besar dalam membentuk kebiasaan membaca yang lebih interaktif dan ekspresif. Buku tidak lagi sekadar media literasi, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas sosial.

Fenomena ini tercermin dalam data terbaru dari Kementerian Kebudayaan Korea Selatan. Laporan tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia 20-an menjadi satu-satunya segmen yang mengalami peningkatan minat membaca, di tengah tren penurunan yang terjadi pada kelompok usia dewasa lainnya.

Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran cara pandang akan buku, dari sekadar kebutuhan edukasi menjadi bagian dari ekspresi diri. Sehingga tren tersebut merambah dunia mode.

Baca Juga : Diskon PLN Mobile Rp 10.000 Awal April 2026, Cek Syarat dan Cara Klaimnya

Jika sebelumnya bag charm didominasi oleh boneka atau aksesori dekoratif lainnya, kini buku hadir sebagai elemen baru yang lebih intelektual sekaligus estetis. Menariknya, buku tidak lagi disimpan di dalam tas, tetapi justru dipajang di bagian luar sebagai pernyataan gaya (fashion statement).

Coach melihat peluang ini sebagai bentuk inovasi di segmen affordable luxury. Dengan menggabungkan elemen literasi dan fesyen, brand ini menghadirkan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan secara kultural.

“Kami melihat adanya kebutuhan untuk kembali ke cerita yang lebih dalam. Orang-orang merindukan narasi panjang di tengah konten yang serba singkat. Book charm ini adalah cara kami menerjemahkan kebutuhan itu ke dalam desain,” jelasnya

Antusiasme pasar terhadap koleksi ini pun terbilang tinggi. Sejumlah book charm dilaporkan telah habis terjual di beberapa wilayah, termasuk Korea Selatan dan Amerika Utara, tidak lama setelah peluncurannya. Coach memperkirakan distribusi produk ini akan diperluas secara global pada awal April 2026.

Tak hanya berdampak pada industri fesyen, tren ini juga mendorong sektor penerbitan untuk beradaptasi. Banyak penerbit mulai bereksperimen dengan format buku yang lebih kecil, ringkas, dan visual agar dapat menjangkau generasi muda yang menginginkan sesuatu yang praktis namun tetap estetik.