Aturan Offside Baru FIFA Siap Ubah Wajah Sepak Bola Dunia, Penyerang Kini Lebih Diuntungkan
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Dede Nana
01 - Apr - 2026, 05:55
JATIMTIMES - Dunia sepak bola bersiap memasuki era baru. Federasi sepak bola dunia, FIFA bersama IFAB tengah menggodok dan mulai menguji aturan offside terbaru yang berpotensi mengubah cara permainan berlangsung secara signifikan.
Perubahan ini tak sekadar teknis, melainkan menyasar inti permainan dengan tujuan membuat sepak bola lebih atraktif, minim kontroversi, dan lebih berpihak pada permainan menyerang.
Baca Juga : Unisma Jadi Penyelenggara Beasiswa Negara Berkembang, Diminati Puluhan Mahasiswa Asing
Dalam aturan lama, seorang pemain dinyatakan offside jika sebagian tubuh yang bisa mencetak gol melewati garis bek terakhir saat bola diberikan. Artinya, selisih sangat tipis bahkan ujung kaki atau bahu sudah cukup untuk membuat gol dianulir.
Namun, konsep ini kerap memicu kontroversi, terutama sejak penggunaan VAR yang mampu mendeteksi pelanggaran hingga level milimeter. Aturan baru yang diusulkan, dikenal sebagai daylight offside atau “aturan Wenger”, membawa perubahan mendasar.
Dalam skema ini, pemain hanya dianggap offside jika seluruh tubuhnya benar-benar berada di depan bek terakhir. Jika masih ada bagian tubuh yang sejajar, maka dianggap onside dan permainan tetap sah. Dengan kata lain, tidak lagi ada keputusan offside karena “ujung sepatu” atau “bahu tipis” seperti yang sering terjadi saat ini. Perubahan ini tidak lagi sebatas wacana. FIFA dan IFAB telah menyetujui uji coba resmi di kompetisi profesional.
Liga Kanada atau Canadian Premier League menjadi kompetisi pertama yang menguji aturan ini mulai musim 2026. Dalam uji coba tersebut, pemain dinyatakan offside hanya jika terdapat “jarak jelas” atau daylight antara penyerang dan bek terakhir.
Uji coba ini juga menjadi bagian dari eksperimen besar FIFA untuk meningkatkan jumlah peluang dan gol, mempercepat tempo permainan dan mengurangi kontroversi keputusan VAR. FIFA melihat bahwa aturan lama terlalu merugikan penyerang dan membuat permainan kurang mengalir. Banyak gol dianulir hanya karena selisih yang nyaris tak terlihat.
Dengan aturan baru ini, penyerang akan lebih diuntungkan, garis pertahanan harus lebih disiplin dan permainan diprediksi lebih ofensif. Bahkan, perubahan ini disebut sebagai salah satu inovasi terbesar dalam aturan sepak bola dalam beberapa dekade terakhir.
Jika resmi diterapkan secara global, dampaknya akan sangat luas:
1. Strategi bertahan berubah total
Bek tidak bisa lagi mengandalkan garis offside super tinggi karena risiko kecolongan lebih besar.
2. Penyerang lebih agresif
Baca Juga : Aturan SPMB 2026 Kota Malang Masih Mengacu Ketentuan Lama, Ini Penjelasan Disdikbud
Striker bisa berdiri lebih dekat ke garis pertahanan tanpa takut langsung terjebak offside.
3. VAR lebih sederhana
Keputusan offside tidak lagi bergantung pada garis tipis, sehingga potensi kontroversi berkurang.
Meski sudah diuji coba, aturan ini belum resmi diterapkan di seluruh kompetisi dunia. FIFA masih akan mengevaluasi dampaknya dari berbagai aspek sebelum benar-benar mengesahkannya secara global.
Namun satu hal yang pasti, arah perubahan sudah terlihat. Sepak bola modern bergerak menuju permainan yang lebih cepat, lebih menyerang, dan lebih mudah dipahami penonton. Jika uji coba ini sukses, bukan tidak mungkin aturan offside yang kita kenal selama puluhan tahun akan segera berubah total.
