Arus Balik Lebaran 2026 Masih Tinggi, Sembilan Ribu Penumpang Padati Stasiun di Malang Raya

25 - Mar - 2026, 06:44

Suasana di Stasiun Malang. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pergerakan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Malang Raya belum menunjukkan penurunan signifikan. Hingga Rabu (25/3/2026), ribuan penumpang masih memadati stasiun untuk kembali ke kota tujuan menggunakan moda transportasi kereta api.

Dari data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat, sebanyak 9.274 penumpang menggunakan layanan kereta api hari ini. Dari jumlah tersebut, 3.638 penumpang berangkat dan 5.636 penumpang tiba di sejumlah stasiun di Malang Raya.

Baca Juga : Malang Jadi Jalur Favorit Pemudik, Volume Kendaraan Naik Signifikan

Angka ini masih berpotensi bertambah seiring jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta hingga malam hari. Sejak 11 hingga 25 Maret 2026, total 125.663 penumpang telah dilayani di wilayah Malang Raya, dengan rincian 67.344 penumpang berangkat dan 58.319 penumpang datang.

Stasiun Malang tercatat menjadi titik tersibuk dengan jumlah penumpang mencapai 105.871 orang. Disusul Stasiun Kepanjen, Stasiun Malang Kota Lama, serta Stasiun Lawang dan Sumberpucung yang juga mengalami peningkatan aktivitas penumpang selama periode Lebaran.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan bahwa meskipun puncak arus balik telah terlewati, intensitas perjalanan masyarakat masih cukup tinggi.

“Arus balik di wilayah Malang Raya masih berlangsung dengan volume pelanggan yang tinggi. Kami terus mengoptimalkan pelayanan agar seluruh pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” kata Mahendro.

Ia menjelaskan, puncak arus balik terjadi pada Selasa (24/3/2026) dengan total 10.135 penumpang. Sementara itu, puncak arus mudik sebelumnya tercatat pada 14 Maret 2026 dengan 9.654 penumpang.

Dari sisi okupansi, penjualan tiket kereta api jarak jauh selama masa Angkutan Lebaran juga menunjukkan tren positif. Hingga 25 Maret, sebanyak 85.380 tiket telah terjual atau sekitar 63 persen dari total kapasitas 136.045 kursi. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah hingga berakhirnya masa angkutan pada 1 April 2026.

Mahendro pun mengimbau para penumpang agar memperhatikan waktu keberangkatan dan menjaga kenyamanan selama perjalanan.

Baca Juga : Minim Laka Lantas dan Nol Balap Liar, Lalu Lintas Kota Malang Tetap Kondusif saat Lebaran 2026

“Kami mengimbau pelanggan agar datang lebih awal ke stasiun dan tidak terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan. Selain itu, selalu jaga barang bawaan agar perjalanan tetap aman dan lancar,” imbaunya.

Terpisah, salah satu penumpang tujuan Jakarta, Rina (28), mengaku sudah datang sejak awal meskipun jadwal keberangkatannya masih malam hari. Ia memilih datang lebih awal karena khawatir kondisi stasiun semakin padat.

“Sejak masuk tadi sudah ramai sekali. Saya sengaja datang lebih awal supaya tidak terburu-buru, apalagi bawa banyak barang. Suasananya memang masih terasa seperti puncak arus balik,” kata Rina.

Mobilitas tinggi di stasiun-stasiun wilayah Malang Raya diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan seiring berlanjutnya periode arus balik Lebaran.