Kemenko Pangan Datangi MAN 2 Kota Malang, Bahas Distribusi Pangan dan Stabilitas Harga
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
13 - Feb - 2026, 08:44
JATIMTIMES - Isu distribusi pangan dan kestabilan harga pasar dibawa hingga ke ruang diskusi MAN 2 Kota Malang saat protokoler Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI melakukan kunjungan belum lama ini. Pertemuan itu diarahkan pada penguatan koordinasi lintas sektor agar kebijakan pusat selaras dengan kondisi di daerah.
Akrom, protokoler Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, menjelaskan bahwa kementeriannya memiliki empat deputi yang menangani distribusi pangan, sektor pangan dan pertanian, stabilitas harga pasar, serta penguatan koordinasi sumber daya maritim. “Kami ingin memastikan sinergi antarinstansi berjalan baik,” ujarnya.
Baca Juga : Perkuat Ekonomi Desa, Bank Jatim dan Kemendes PDT RI Jalin Kerja Sama
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan tidak berhenti di tingkat pusat. “Stabilitas distribusi dan harga perlu dukungan berbagai elemen,” katanya.
Menurut Akrom, keterlibatan lembaga pendidikan penting dalam membangun kesadaran dan pemahaman kebijakan strategis nasional, terutama yang berkaitan dengan ketahanan dan kedaulatan pangan.
Kepala MAN 2 Kota Malang Dr H Samsudin MPd menyebut kunjungan tersebut sebagai bagian dari komunikasi kebijakan yang perlu dijaga. “Kami siap menyesuaikan dan mendukung langkah strategis pemerintah,” ucapnya singkat.
Ia menegaskan bahwa madrasah terbuka terhadap penyelarasan program selama sejalan dengan peran pendidikan.
Baca Juga : SPPG Kedungkandang Sudah Beroperasi, Polresta Malang Kota Tambah di Kecamatan Lowokwaru
Usai pertemuan, rombongan meninjau sejumlah fasilitas madrasah untuk melihat kondisi riil di lapangan. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memahami kesiapan institusi pendidikan dalam mendukung kebijakan yang bersinggungan dengan isu pangan dan stabilitas ekonomi.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa agenda pangan nasional tidak berdiri sendiri. Ada ruang koordinasi yang perlu terus dirawat, termasuk dengan satuan pendidikan sebagai bagian dari ekosistem sosial yang terdampak sekaligus berpotensi berkontribusi.
