Apa Itu Munggahan? Tradisi Ala Masyarakat Sunda untuk Menyambut Bulan Ramadan

Reporter

Mutmainah J

Editor

A Yahya

28 - Feb - 2024, 04:03

Ilustrasi tradisi Munggahan ala masyarakat Sunda. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Tak terasa, bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, Ramadan, akan tiba dalam hitungan hari. Menjelang puasa Ramadan, Muslim Indonesia dari berbagai suku dan daerah mulai menyelenggarakan beberapa tradisi.

Suku Sunda misalnya, rutin mengadakan tradisi munggahan sebagai bentuk menyambut bulan suci penuh berkah bagi umat Islam ini.

Lantas, apa itu munggahan dan kapan tradisi ini dilaksanakan?

Baca Juga : Hukum Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan Masyarakat Sunda, Benarkah Haram?

Melansir Wikipedia, munggahan adalah ungkapan rasa syukur masyarakat Sunda kepada Allah SWT dan upaya membersihkan diri dari hal-hal buruk selama setahun terakhir.

Sementara dikutip dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, munggahan adalah tradisi masyarakat Islam suku Sunda untuk menyambut Ramadhan.

Kata "munggahan" berasal dari bahasa Sunda, yakni "munggah" yang berarti berjalan atau naik.

Dengan demikian, munggahan memiliki makna berjalan atau keluar dari kebiasaan yang kerap dilakukan sehari-hari. Munggahan secara harfiah juga dimaknai sebagai upaya untuk naik ke bulan suci yang derajatnya lebih tinggi.

Kegiatan yang dilakukan saat Munggahan

Kegiatan yang biasanya dilakukan dalam munggahan adalah berkumpul bersama keluarga, makan bersama, saling memaafkan, dan berdoa bersama. 

Selain itu, sebagian umat Islam juga mengunjungi tempat wisata bersama keluarga, berziarah ke makam keluarga, atau mengamalkan sedekah munggah, yakni sedekah yang dilakukan sehari sebelum puasa Ramadhan.

Masyarakat muslim Sunda yang merantau biasanya akan kembali ke kampung halaman mereka pada awal Ramadhan untuk melakukan tradisi munggahan bersama keluarga. 

Selain kegiatan di atas, tradisi munggahan juga dilakukan dengan cara membersihkan seluruh anggota badan yang diyakini sebagai bentuk amalan sunnah. 

Waktu pelaksanaan Tradisi Munggahan 

Baca Juga : Katanning, Kehidupan Kampung Melayu di Australia 

Waktu pelaksanaan tradisi munggahan biasanya dilakukan pada akhir bulan Syaban dalam kalender Islam, atau tepatnya sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa tradisi munggahan dilakukan seminggu atau dua minggu sebelum Ramadhan.

Manfaat Munggahan

Tujuan dari munggahan ini untuk membersihkan diri dari hal-hal yang buruk selama setahun sebelumnya. Tidak hanya itu, manfaatnya juga supaya terhindar dari perbuatan yang tidak baik saat menjalankan ibadah puasa. Seiring berjalannya waktu tradisi ini menjadi sebuah kebudayaan.

Seiring dengan berkembanganya zaman, Munggahan memiliki beberapa perubahan. Bagi masyarakat milenial mereka akan melakukan Munggahan berkumpul dengan orang terdekat. Mereka juga biasanya akan makan bersama di restoran atau pergi ke tempat wisata.

Dalam kesimpulannya, tradisi munggahan merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Sunda sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Selain sebagai bentuk rasa syukur dan membersihkan diri dari perbuatan buruk, munggahan juga menjadi momen silaturahmi dan kebersamaan keluarga yang tak terlupakan bagi masyarakat Sunda