Youtuber Pengasuhan Anak Berhadapan dengan Polisi

Reporter

Ghiska Ayu

Editor

A Yahya

20 - Dec - 2023, 05:21

Home Abuse Illustration (Foto : Freepick)

JATIMTiMES - Ruby Franke, seorang perempuan dari Utah yang menjalankan saluran YouTube populer tentang saran pengasuhan anak, mengakui bersalah atas empat tuduhan penyalahgunaan anak pada 18 Desember 2023.

Franke, yang berusia 41 tahun, dituduh melakukan penelantaran anak hingga kelaparan serta penyalahgunaan anak setelah anak laki-lakinya melarikan diri dari rumahnya di Utah. Dengan penuh penyesalan, Franke mengakui kesalahannya.

Baca Juga : Ribuan Anak di Gaza Jadi Korban Kekejaman Israel, Juru Bicara UNICEF Murka

Saluran YouTube yang dikelolanya sebelumnya memiliki lebih dari dua juta pelanggan untuk konten pengasuhan anak. Namun, saat ini, dia menghadapi tuntutan hukum dan mengenakan seragam tahanan karena kasus penyalahgunaan anak. Franke dijadwalkan akan dihukum pada 20 Februari 2024.

Penangkapannya terjadi pada bulan Agustus di rumah mantan mitra bisnisnya, Jodi Hildebrandt, setelah anak lelakinya yang mengalami kekurangan gizi melarikan diri dari rumahnya. Bahkan anaknya sampai meminta bantuan makanan dan air kepada tetangga.

Jodi Hildebrandt, yang berusia 54 tahun, juga ditangkap dan dituduh melakukan penyalahgunaan anak. Dalam pernyataan kepada media Amerika Serikat, pengacara Franke menyalahkan Hildebrandt, mengklaim bahwa Hildebrandt telah memimpin Franke untuk melakukan kejahatan.

Anak laki-laki Franke yang berusia 12 tahun memberitahu pihak berwenang bahwa Hildebrandt mengikat pergelangan tangan dan kakinya dengan tali sebelum dia melarikan diri. Akibatnya, anak tersebut harus dirawat di rumah sakit karena luka sayatan yang dalam dan kekurangan gizi.

Anak kedua Franke juga ditemukan mengalami kekurangan gizi dan dibawa ke rumah sakit. Akhirnya, empat anak Franke ditempatkan di bawah pengawasan negara.

Baca Juga : Polisi Buru Pria Diduga Tunjukkan Alat Kelamin di Jalanan Kota Batu

Franke meraih ketenaran di YouTube pada tahun 2015 melalui saluran bernama "8 Passengers" yang membahas pengasuhan keenam anaknya. Namun, saluran tersebut dinonaktifkan awal tahun ini.

Seiring meningkatnya ketenarannya, Franke menghadapi kritik karena tindakan pengasuhan yang ketat, termasuk menahan makanan sebagai tindakan disipliner dan pengakuan putranya bahwa dia tidur di atas kursi bean bag selama berbulan-bulan sebagai hukuman.